Bukan Sekadar Camilan Tradisional Batak, Sasagun Punya Makna Mendalam

Bukan Sekadar Camilan Tradisional Batak, Sasagun Punya Makna Mendalam

Siti Asyaroh - detikSumut
Rabu, 13 Mei 2026 14:30 WIB
Camilan Khas Batak Sasagun (Foto: dok. Instagram @lia_qitchen)
Foto: Camilan Khas Batak Sasagun (Foto: dok. Instagram @lia_qitchen)
Medan -

Sasagun merupakan makanan tradisional khas Sumatera Utara yang lekat dengan kehidupan masyarakat Batak. Hidangan ini tidak hanya hadir sebagai camilan, tetapi juga bagian dari tradisi dan makna kebersamaan.

"Sasagun dikenal sebagai makanan tradisional dari Sumatera Utara, khususnya dalam budaya masyarakat Batak. Hidangan ini lazim disajikan dalam acara adat, perayaan keluarga, maupun sebagai bekal bagi anak cucu yang akan merantau," ujar Zaitun, dosen Operasional Tata Boga Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Medan.

Lebih dari sekadar makanan, sasagun juga menjadi simbol kasih sayang dalam keluarga. Biasanya, sasagun dibuat oleh orang tua di rumah lalu diberikan kepada anak cucu sebagai bekal dan bentuk perhatian saat merantau.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Secara turun-temurun, sasagun dibuat oleh orang tua di rumah, lalu diberikan kepada anak cucu sebagai bentuk cinta dan perhatian. Tradisi ini menjadikan sasagun bukan sekadar makanan, tetapi juga medium penyampai restu dan pesan kehidupan," lanjutnya.

Dalam kehidupan masyarakat Batak terdahulu, sasagun juga memiliki fungsi praktis sebagai bekal perjalanan jauh. Makanan ini dibawa saat berkunjung ke kerabat, musim panen, hingga saat berada dalam kondisi tertentu seperti masuk hutan atau situasi perang pada masa kolonial.

ADVERTISEMENT

"Lebih dari itu, sasagun dulunya biasa dikonsumsi untuk situasi khusus, misalnya saat akan memasuki hutan selama berhari-hari, maupun saat berperang di masa kolonial," katanya.

Secara umum, sasagun dibuat dari tepung beras atau tepung ketan yang disangrai, lalu dicampur dengan kelapa parut sangrai serta gula merah atau gula aren. Teksturnya halus dan kering, dengan cita rasa manis gurih dan aroma sangrai yang khas.

Zaitun menjelaskan, bahan-bahan tersebut dicampur hingga menghasilkan rasa yang unik. Meski berbentuk bubuk kasar, sasagun mudah hancur di mulut dan meninggalkan rasa manis, gurih, serta aroma kelapa sangrai yang kuat.

"Variasi dengan gula pasir juga dikenal sehingga menghasilkan warna yang lebih terang," tuturnya.

Untuk proses pembuatannya, tepung beras, kelapa parut, gula merah, dan garam disangrai di atas belanga besi menggunakan api sedang. Semua bahan terus diaduk hingga tercampur rata dan berubah warna menjadi kecoklatan sebelum didinginkan.

Menurut Zaitun, proses sangrai manual menjadi kunci utama cita rasa sasagun. Teknik tersebut membutuhkan kesabaran dan ketelatenan sehingga tidak bisa digantikan sembarangan.

Kini, sasagun juga mulai dikreasikan dengan tambahan rasa seperti nenas, durian, hingga kacang. Meski mengalami perkembangan, makanan tradisional ini tetap mempertahankan karakter khasnya sebagai warisan kuliner masyarakat Batak.

Artikel ditulis Siti Asyaroh, Peserta Program Maganghub Kemnaker di detikcom

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Kerupuk Tette, Makanan Unik Berbentuk Lonjong Panjang Khas Madura"
[Gambas:Video 20detik]
(astj/astj)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads