Polisi Selidiki Dugaan Perundungan Mahasiswi USU Ditemukan Tewas di Kos

Polisi Selidiki Dugaan Perundungan Mahasiswi USU Ditemukan Tewas di Kos

Fikri Haikal - detikSumut
Selasa, 29 Sep 2026 19:36 WIB
Neglected lonely child against the white wall.  Little girl crying in the corner. Violence concept.
Foto: iStock
Medan -

Polisi tengah menyelidiki kasus kematian mahasiswi Universitas Sumatera Utara (USU) yang tewas di dalam kamar kosnya. Polisi tengah mendalami dugaan perundungan yang dialami mahasiswi tersebut.

Kapolsek Medan Baru Kompol Bambang Gunanti Hutabarat mengatakan pihaknya akan memintai keterangan sejumlah pihak untuk menggali informasi terkait dugaan perundungan. Meski begitu dia bilang dugaan awal kasus tersebut adalah bunuh diri.

"Kami lidik (soal perundungan)," kata Bambang saat dikonfirmasi, Selasa (29/9/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Kompol Bambang, saat polisi tiba di lokasi, jasad korban telah diturunkan oleh kepala lingkungan dan warga setempat. Polisi rencananya akan memintai keterangan kepling dan saksi lainnya.

"(Dugaan awal) bunuh diri, tanda-tanda yang lain nggak ada," sebutnya.

ADVERTISEMENT

Mantan Kapolsek Sunggal itu mengatakan setelah kejadian, jasad korban dibawa ke RS Bhayangkara. Namun, pihak keluarga menolak jasad korban diautopsi sehingga jasad korban dibawa pulang ke kampung halamannya di Aceh.

"Kita bawa ke RS Bhayangkara, kami minta untuk diautopsi, mereka (keluarga) keberatan," ungkapnya.

Untuk diketahui, korban ditemukan gantung diri di rumah kosnya di Kota Medan, Minggu (27/8).

Manajer Humas dan Promosi USU, Irsan Mulyadi menyebut proses penanganan dan penyelidikan masih berlangsung oleh pihak yang berwenang. Oleh karena itu, kata dia, pihak universitas menghormati sepenuhnya proses penyelidikan yang dilakukan oleh pihak terkait dan tidak akan mendahului kesimpulan dari aparat penegak hukum.

"Sebagai bagian dari upaya memperoleh informasi awal, universitas telah melakukan penelusuran internal dengan meminta keterangan dari sejumlah rekan dan lingkungan pergaulan almarhumah di kampus. Berdasarkan informasi awal yang diperoleh, sejauh ini belum ditemukan adanya indikasi perundungan (bullying) yang berkaitan dengan peristiwa tersebut," kata Irsan, Senin (28/9).

Irsan mengatakan, apabila berdasarkan hasil penyelidikan ditemukan adanya indikasi perundungan yang melibatkan sivitas akademika USU, pihak universitas akan mengambil tindakan tegas sesuai dengan ketentuan dan peraturan yang berlaku.

Ia mengatakan, USU menghormati proses hukum yang berlangsung dan, apabila diperlukan, memberikan dukungan serta informasi yang relevan kepada pihak berwenang sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Artikel ditulis Muhammad Fikri Haikal Saragih, peserta MagangHub Kemnaker di detikcom

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video Top 5: iPhone 18 Pro Resmi Rilis hingga Kasus Bunuh Diri Naik Tiap Tahun"
[Gambas:Video 20detik] (astj/astj)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads