Polisi Selidiki Kasus Bocah SD Diancam Ditabrak-Dirundung Murid SMP di Medan

Polisi Selidiki Kasus Bocah SD Diancam Ditabrak-Dirundung Murid SMP di Medan

Finta Rahyuni - detikSumut
Selasa, 29 Sep 2026 13:42 WIB
Ilustrasi anak laki-laki korban pelecehan seksual/penelantaran. (Dok. iStock)
Foto: Ilustrasi anak laki-laki korban pelecehan seksual/penelantaran. (Dok. iStock)
Medan -

Kasus perundungan dan penganiayan yang dialami bocah perempuan kelas 6 SD Kota Medan, dilaporkan ke polisi. Kini, polisi tengah menyelidiki laporan tersebut.

Kanit PPA Satreskrim Polrestabes Medan Iptu Dearma Sinaga mengatakan pihak korban telah membuat laporan resmi ke Polrestabes Medan. Korban juga telah diarahkan untuk visum di RS Bhayangkara Medan.

"Sudah buat LP (laporan polisi), sudah diarahkan visum di RS Bhayangkara," kata Dearma saat dikonfirmasi detikSumut, Selasa (29/9/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dearma menyebut pihaknya kini tengah menyelidiki laporan korban tersebut.

"Ini masih dilakukan penyelidikan," ujarnya.

ADVERTISEMENT

Wakapolsek Medan Kota AKP Harles Gultom mengatakan peristiwa itu terjadi Jalan Brigjen Katamso, Kecamatan Medan Maimun. Pihaknya telah menjemput korban dan membawanya ke Polsek Medan Kota untuk dimintai keterangan terkait kejadian itu.

"Di mana korban adalah anak di bawah umur dan juga pelaku juga kawannya sendiri yang mana anak di bawah umur juga," kata Harles, Senin (28/9).

Harles menyebut peristiwa di video viral itu terjadi Selasa (22/9) malam. Para pelaku perundungan itu merupakan anak tetangga korban.

Perundungan itu berawal saat terjadi cekcok antara para pelaku dan korban hingga berujung penganiayaan. Namun, Harles belum memerinci lebih lanjut terkait permasalahan keduanya itu.

"Jadi, awal permasalahan ini terjadi cekcok antara korban dengan para pelaku. Diduga terjadi penganiayaan tersebut sehingga pelaku memukul korban yang dilakukan oleh lebih dari tiga orang pelaku. Mungkin ada ketersinggungan. Jadi, pelaku tersebut memukul sehingga si korban mengalami luka," jelasnya.

Setelah kejadian itu, korban juga diancam oleh orang tua salah satu pelaku akan ditabrak menggunakan becak. Akibatnya, korban sampai ketakutan sekolah. Para pelaku diketahui duduk di bangku SMP.

"Pelaku juga diancam oleh salah seorang orang tua daripada si pelaku apabila si korban sekolah akan ditabrak oleh orang tua si pelaku menggunakan becaknya sendiri. Karena dengan trauma tersebut, si korban akhirnya ketakutan untuk ke sekolah," sebutnya.

Belakangan peristiwa itu viral di media sosial. Usai melihat video viral itu, petugas kepolisian langsung turun menyelidiki informasi itu.

Mantan Kanit Reskrim Polsek Sunggal iu mengatakan setelah korban dimintai keterangan, korban didampingi ke Polrestabes Medan untuk membuat laporan.



(fnr/afb)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads