Sebuah video menampilkan sejumlah pendemo diduga melakukan penganiayaan terhadap Satpam di Kantor Dinas Pendidikan (Disdik) Sumut viral di media sosial. Pihak Disdik Sumut kemudian buka suara.
Dalam potongan video yang dilihat, Jumat (18/9/2026), terlihat sekelompok orang melakukan demonstrasi di depan Kantor Disdik Sumut. Terlihat mereka mencoba masuk ke dalam halaman dengan cara melompat pagar.
Aksi saling dorong kemudian terjadi. Massa pendemo kemudian terlihat berhasil masuk setelah salah satu pendemo terjatuh.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tidak lama kemudian, mereka terlihat masuk ke gedung Disdik Sumut. Di dalam video itu, terlihat mereka memukul pria memakai seragam Satpam. Setelah itu, massa terlihat keluar meninggalkan Kantor Disdik Sumut.
Kepala Bidang Pembinaan SMK Disdik Sumut, M Basir Hasibuan mengatakan peristiwa itu terjadi Rabu (16/9) sore. Para pendemo meminta agar ketemu dengan Kadis Pendidikan Sumut Alexander Sinulingga.
"Mereka dua kali datang, tuntutannya ganti-ganti, tapi tuntutan mengenai SMA N 1 Medan katanya ada di situ pungli SPP, SMA N 2, mereka intinya mau ketemu Pak Kadis, Pak Kadis kan rapat di Kantor Gubernur acara dengan KPK itu," kata M Basir Hasibuan, Jumat (18/9/2026).
Para pendemo kemudian memaksa masuk ke dalam. Sehingga aksi saling dorong kemudian terjadi.
"Mereka maksa masuk ke dalam, kan demo kan nggak boleh di dalam. Mereka lompat pagar, itulah seperti yang di video itu. Satpam kita dorong supaya tidak masuk, orang itu melompat untuk masuk, itulah terjadi," ucapnya.
Mereka kemudian berhasil masuk ke dalam Kantor Disdik Sumut. Dua Satpam Disdik Sumut disebut dipukuli oleh pendemo.
"Satpam kita dipukuli mereka beringas di situ, Satpam kita ada dua orang yang dipukul. Mereka juga bilang kalau mereka dipukul, tapi kalau di video itu kan jelas mereka yang mukul pakai kayu, mencekik komandan Satpam," ujarnya.
Basir juga sempat berdebat dengan pendemo karena mereka mau sweeping ke dalam Kantor Disdik Sumut. Basir kemudian meminta pendemo untuk membuat laporan ke polisi, namun mereka tidak berkenan.
"Saya pun kenapa berdebat dengan mereka karena mereka mau sweeping ke dalam, nggak saya kasih lah, ini kan kantor pemerintah. Saya bilang kalau memang ada masalah dengan kalian bilang itu pemukulan ya laporkan aja ke polisi, ini ada juga polisi saksinya, nggak mau orang itu," tuturnya.
