Pemerintah Provinsi Sumatera Utara terus mendongkrak akses, pemerataan, serta mutu pendidikan di berbagai daerah. Hal ini diwujudkan melalui sederet program prioritas yang menyentuh langsung kebutuhan peserta didik.
Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara bergerak aktif mengawal serangkaian agenda krusial di sektor pendidikan. Program utama tersebut mencakup Program Unggulan Bersekolah Gratis (PUBG), pemenuhan fasilitas listrik dan internet, revitalisasi SMAN Unggulan Sukma Nias, rehabilitasi ruang kelas, pembangunan ruang kelas baru, hingga revitalisasi sekolah.
Seluruh program ini dirancang untuk menghadirkan pelayanan pendidikan yang terjangkau, berkualitas, dan berkeadilan bagi seluruh lapisan masyarakat. Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara Alexander Sinulingga menegaskan program ini merupakan wujud keberpihakan pemerintah terhadap hak belajar anak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bapak Gubernur Sumatera Utara menempatkan pendidikan sebagai salah satu fondasi utama pembangunan daerah. Karena itu, melalui program sekolah gratis serta peningkatan sarana dan prasarana pendidikan, kami ingin memastikan bahwa keterbatasan ekonomi maupun kondisi wilayah tidak menjadi penghalang bagi anak-anak Sumatera Utara untuk memperoleh pendidikan yang berkualitas," ujar Alexander pada keterangan tertulisnya, Kamis (17/9/2026).
Pilar utama kebijakan ini diwujdukan melalui Program Unggulan Bersekolah Gratis (PUBG). Program ini bertujuan meringankan beban biaya pedidikan, memperluas kesempatan belajar, sekaligus mencegah anak putus sekolah akibat kendala biaya.
"Program Bersekolah Gratis merupakan salah satu program prioritas Bapak Gubernur Sumatera Utara yang manfaatnya diharapkan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Tidak boleh ada anak Sumatera Utara yang kehilangan kesempatan untuk bersekolah hanya karena keterbatasan ekonomi," tegas Alexander.
Pemerataan akses turut diperkuat lewat pemenuhan fasilitas listrik dan internet di berbagai satuan pendidikan. Langkah taktis ini krusial untuk menunjang asesmen berbasis komputer, pengelolaan data, hingga peningkatan kompetensi digital guru.
"Bapak Gubernur Sumatera Utara menegaskan bahwa seluruh sekolah harus memperoleh kesempatan yang sama untuk berkembang. Ketersediaan listrik dan internet merupakan kebutuhan mendasar agar transformasi digital pendidikan dapat berjalan secara merata hingga ke seluruh wilayah Sumatera Utara," ujar Alexander.
Pemerintah daerah memandang akses teknologi sebagai fondasi utama dalam menciptakan kesetaraan mutu belajar di setiap pelosok wilayah.
"Listrik dan internet bukan lagi sekadar fasilitas pendukung, tetapi telah menjadi bagian penting dari pelayanan dasar pendidikan. Melalui program ini, pemerintah ingin memastikan bahwa sekolah, guru, dan peserta didik dapat terhubung dengan ekosistem pembelajaran digital secara lebih baik," tambah Alexander.
Komitmen pemerataan mutu juga menyasar kawasan kepulauan melalui revitalisasi SMAN Unggulan Sukma Nias. Upaya ini dihadirkan agar putra-putri daerah di kepulauan dapat mengakses fasilitas pendidikan unggulan yang setara.
"Bapak Gubernur menginginkan agar pembangunan pendidikan tidak hanya terpusat di wilayah perkotaan. Anak-anak yang berada di Kepulauan Nias dan daerah lainnya juga harus memperoleh fasilitas dan mutu pendidikan yang setara," kata Alexander.
Penguatan infrastruktur fisik turut digenjot lewat rehabilitasi ruang kelas rusak serta pembangunan ruang kelas baru. Pemerintah juga menjalankan program revitalisasi sekolah secara menyeluruh dengan memperhatikan fasilitas sanitasi hingga laboratorium.
Selaku perangkat daerah pelaksana, Dinas Pendidikan Sumut memastikan seluruh agenda tersebut dikawal ketat melalui koordinasi lintas sektor dan evaluasi berkala. Langkah pengawasan ini menjamin setiap kegiatan berjalan tepat sasaran dan akuntabel.
"Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara siap mengawal dan menyukseskan program-program prioritas Bapak Gubernur. Setiap kegiatan harus dilaksanakan secara akuntabel, transparan, dan memberikan manfaat nyata bagi peserta didik, guru, sekolah, dan masyarakat," pungkas Alexander
(anl/ega)
