2 Siswa Terduga Penganiaya Temannya di Bener Meriah Diperiksa Polisi

Aceh

2 Siswa Terduga Penganiaya Temannya di Bener Meriah Diperiksa Polisi

Agus Setyadi - detikSumut
Senin, 24 Agu 2026 12:18 WIB
Ilustrasi bullying
Foto: Ilustrasi. (Thinkstock)
Bener Meriah -

Dua terduga pelaku penganiayaan seorang siswa di Bener Meriah, Aceh diperiksa polisi. Keduanya belum ditetapkan sebagai tersangka.

Kedua terduga pelaku yang dimintai keterangan adalah RA (17) dan HRT (16). Polisi sudah memeriksa sejumlah saksi dalam kasus itu termasuk beberapa pelajar yang ada di lokasi kejadian.

"Apabila keterangan saksi-saksi sudah dianggap cukup dan alat bukti telah terpenuhi, selanjutnya akan dilakukan penetapan tersangka," kata Kasat Reskrim Polres Bener Meriah Iptu Julpandi dalam keterangannya, Senin (24/8/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Julpandi menjelaskan, kejadian tersebut bermula saat korban T (16) diduga tidak terima mendapat teguran dari salah seorang terduga pelaku RA. Persoalan itu berlanjut hingga korban mengajak pelaku duel satu lawan satu di belakang sekolah SMA Unggul Binaan Pante Raya.

Namun RA ternyata mengajak kawannya HRT. Setelah sempat duel satu lawan satu hingga korban dibanting ke jalan tanah dan berbatu, HRT ikut memukul korban.

ADVERTISEMENT

"Kami masih mendalami secara menyeluruh rangkaian kejadian tersebut untuk memastikan peran masing-masing pihak. Pemeriksaan terhadap saksi-saksi tambahan serta pengumpulan alat bukti terus dilakukan sebelum menentukan langkah hukum selanjutnya," jelas Julpandi.

Menurutnya, korban mengalami luka-luka dan hingga kini masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Datu Beru Takengon. Polisi akan berkoordinasi dengan Pekerja Sosial (Peksos) Kabupaten Bener Meriah, Bapas Kelas II Lhokseumawe, Jaksa Penuntut Umum (JPU), dan UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Kabupaten Bener Meriah untuk menangani kasus itu.

"Polisi memastikan proses penanganan perkara dilakukan secara profesional dan sesuai prosedur hukum, dengan tetap memperhatikan kepentingan terbaik bagi anak serta memastikan seluruh fakta kejadian terungkap secara objektif," ujarnya.

Sebelumnya, dilihat detikSumut dari video beredar, Senin (24/8/2026), korban yang masih mengenakan seragam pramuka awalnya berkelahi dengan pelaku yang mengenakan kaos hitam. Dalam duel itu, pelaku membenturkan kepala korban ke jalan tanah dan berbatu.

Setelah kepalanya kena batu, korban tidak berdaya. Pelaku kembali memukulnya hingga akhirnya melompat ke arah kepala korban.

Aksi pelaku disaksikan sejumlah siswa yang berkumpul di lokasi. Namun mereka tidak melerai aksi pelaku.



(agse/mjy)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads