Viral Dugaan Bullying Siswi SMP di Batam, Polisi Proses

Kepulauan Riau

Viral Dugaan Bullying Siswi SMP di Batam, Polisi Proses

Alamudin Hamapu - detikSumut
Senin, 15 Jun 2026 13:58 WIB
Tangkapan layar aksi perundungan di kecamatan Belakang Padang, Batam, Kepri. (dok. Istimewa)
Foto: Tangkapan layar aksi perundungan di kecamatan Belakang Padang, Batam, Kepri. (dok. Istimewa)
Batam -

Sebuah video yang memperlihatkan aksi perundungan (bullying) terhadap seorang remaja perempuan di Kecamatan Belakang Padang, Kota Batam, viral di media sosial. Polisi saat ini tengah memproses kasus tersebut.

Dilihat detikSumut, Senin (15/6), dalam video yang beredar terlihat seorang remaja perempuan mengenakan jilbab berwarna biru tua dan pakaian lengan panjang biru muda. Korban tampak hanya tertunduk saat berhadapan dengan seorang remaja perempuan lainnya.

"Cepat sini geser. Eh sini geser. iPhone, kamera iPhone bagus, cok," ucap perekam video.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pelaku terdengar melontarkan kata-kata kasar kepada korban. Tak hanya itu, pelaku juga terlihat menarik jilbab korban, menampar, hingga memukul bagian kepala korban.

Sementara itu, perekam video terdengar tertawa dan memberikan komentar saat kejadian berlangsung. Kejadian dalam video viral tersebut diketahui terjadi di Kecamatan Belakang Padang, Batam.

ADVERTISEMENT

Kapolsek Belakang Padang, AKP Asril, membenarkan kejadian tersebut saat dikonfirmasi. Ia mengatakan pihaknya telah mengambil langkah penanganan terhadap kasus tersebut.

"Sudah ditindaklanjuti serta diproses secara profesional oleh Polsek Belakang Padang," kata Asril, Senin (15/6/2026).

Asril mengatakan, atas kejadian itu ibu remaja berkerudung biru tersebut telah membuat laporan polisi. Korban diketahui berusia 13 tahun, sedangkan pelaku perundungan berusia 14 tahun.

"Laporan polisi telah dibuat oleh ibu korban. Korban diketahui masih berusia 13 tahun, sementara terduga pelaku berusia 14 tahun," ujarnya.

Asril mengatakan, menindaklanjuti laporan tersebut, hari ini direncanakan akan dilaksanakan visum terhadap korban di RSUD Embung Fatimah.

"Hari ini dilaksanakan visum di RSUD Embung Fatimah," ujarnya.

Polisi juga mengungkapkan bahwa korban dan pelaku masih memiliki hubungan saudara serta bertetangga di lingkungan yang sama.

"Saat ini penyidik masih melakukan pendalaman terkait peristiwa tersebut, termasuk memeriksa pihak-pihak yang terlibat dan mengumpulkan keterangan guna memastikan kronologi lengkap kejadian," ujarnya.



(mjy/mjy)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads