Siswa SMA di Padang Depresi hingga Masuk RSJ gegara Di-bully

Sumatera Barat

Siswa SMA di Padang Depresi hingga Masuk RSJ gegara Di-bully

Jeka Kampai - detikSumut
Jumat, 10 Apr 2026 18:30 WIB
Ilustrasi Depresi.
Ilustrasi depresi (Foto: Gadiel Lazcano/Unsplash)
Padang -

Seorang siswa SMA di Padang, Sumatera Barat berinisial B, diduga menjadi korban perundungan (bullying) di sekolah. Korban dilaporkan kini harus menjalani perawatan medis di rumah sakit jiwa, karena depresi berat.

Kasusnya mencuat setelah keluarga siswa tersebut mendatangi sekolah dan meluapkan emosi atas apa yang terjadi terhadap siswa tersebut. Video iu pun viral di media sosial.

Dilihat detikSumut, Jumat (10/4/2026), terlihat empat anak berpakaian sekolah sedang diinterogasi oleh pihak keluarga di sebuah ruangan. Juga terlihat beberapa guru berpakaian lengkap. Reaksi guru hanya diam, sementara empat siswa yang diduga sebagai pelaku perundungan duduk di lantai.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Inilah tampang yang membully si B. Angkat kepalamu. Siap-siap saja, kau buat hancur masa depan kemenakan saya, siap-siap saja setelahnya," kata salah seorang pria dalam video tersebut. Dari bahasanya diketahui ia adalah paman korban.

Menurutnya, korban mengalami tekanan hebat akibat ancaman serta perundungan verbal yang dilakukan secara berulang oleh teman sekelasnya tersebut. Ada empat anak yang diduga menjadi pelaku perundungan. Perundungan dilakukan selain secara fisik juga melalui cacian dan hinaan.

ADVERTISEMENT

Dampak dari perundungan ini disebut sangat fatal. Kondisi psikis B dilaporkan terus menurun hingga ia dinyatakan mengalami depresi berat dan harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit jiwa.

Ibu korban yang juga berada dalam ruangan tersebut menyebut anaknya mengalami traumatik mendalam. "Nama kalian berempat ini selalu ada dalam pikirannya. Menjadi (nama) yang menakutkan bagi anak saya," katanya.

Pihak sekolah yang ada dalam ruangan sempat berupaya menenangkan suasana dan berharap penyelesaian secara kekeluargaan. Namun, pihak keluarga korban merasa keadilan bagi anaknya harus ditegakkan. Keluarga korban kini membawa kasusnya ke jalur hukum.

"Saya memang dari keluarga tidak mampu. Dengan kejadian ini sayapun agak terpukul (sehingga harus melaporkan kejadian ini ke polisi)," kata M, ibu korban kepada wartawan singkat saat berada di Polresta Padang.



(nkm/nkm)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads