Polisi Militer Kodam (Pomdam) Tuanku Imam Bonjol (TIB) baru menemukan satu proyektil dalam insiden peluru nyasar yang menyebabkan dua orang mengalami luka tembak di kampus Universitas Negeri Padang (UNP). Sementara 10 orang saksi telah diperiksa terkait kasus tersebut.
Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XX Tuanku Imam Bonjol, Kolonel Taufiq mengatakan, pemeriksaan saksi-saksi sudah dilakukan setelah kejadian pada Selasa (2/6/2026) hingga hari ini.
"Kami dari Kodam XX Tuanku Imam Bonjol masih terus melakukan penyelidikan berkaitan dengan insiden tersebut. Sekitar sudah 10 orang kita catat dan ambil keterangannya," kata Taufiq dalam keterangan kepada wartawan di Makodam Rabu (3/6/2026).
Dalam penyelidikan sementara, tim baru berhasil menemukan satu proyektil yang diambil dari tubuh korban.
"Sementara ini baru satu proyektil. Apakah ada proyektil lain, karena korbannya dua? Itu yang sedang kita cari. Terus kita kumpulkan fakta di lapangan. Kejadian yang terkait ini masih banyak pertanyaan-pertanyaan harus dijawab, sehingga pimpinan sudah menyampaikan ayo segera cari data fakta," katanya.
Selain pencarian proyektil, penyelidikan juga dilakukan dengan memeriksa sejumlah saksi. Total sudah ada 10 saksi yang diperiksa.
"Kita lakukan pada saat kejadian dan kita lakukan besoknya. Berasal dari kawan-kawan Nova (korban perempuan) sekitar 3 atau 4 orang, dan ada juga dari personil yang melaksanakan kegiatan pada hari itu," jelasnya.
Insiden peluru nyasar terjadi Selasa (2/6/2026) sore di halaman depan Rektorat UNP. Dua orang mengalami luka tembak akibat insiden itu.
Keduanya merupakan mahasiswa dan salah seorang keluarga mahasiswa yang sedang merayakan kelulusan sidang komprehensif di areal kampus.
Sekretaris UNP, Erianjoni menyebut, Kedua korban sudah ditangani setelah dilarikan ke rumah sakit.
Simak Video "Sedang Asyik Bermain dengan Cucu, Nenek di Jember Tertembak Peluru Nyasar"
(mjy/mjy)