Peluru Nyasar yang Mengenai 2 Orang di Kampus UNP dari Latihan Tembak TNI

Sumatera Barat

Peluru Nyasar yang Mengenai 2 Orang di Kampus UNP dari Latihan Tembak TNI

Jeka Kampai - detikSumut
Senin, 08 Jun 2026 20:08 WIB
Kapendam XX/Tuanku Imam Bonjol Kolonel Kav Taufiq saat diwawancarai di Kota Padang, Selasa malam (2/6/2026).
Foto: Kapendam XX/Tuanku Imam Bonjol Kolonel Kav Taufiq saat diwawancarai di Kota Padang, Selasa malam (2/6/2026). (ANTARA/Muhammad Zulfikar)
Padang -

2 orang mengalami luka tembak karena terkena peluru nyasar di areal Rektorat Universitas Negeri Padang (UNP) pekan lalu. Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol memastikan bahwa peluru nyasar itu berasal dari latihan tembak prajurit Yonif Yudha Putra (YTP) 897 di Lapangan Lapai pada waktu yang sama.

"Dari hasil investigasi yang kami lakukan, proyektil yang mengenai korban diduga berasal dari kegiatan latihan menembak yang dilaksanakan prajurit di Lapangan Tembak Lapai," ujar Kepala Penerangan Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol, Kolonel Kav Taufiq, dalam keterangan pers di Makodam Senin (8/6/2026),

Menurut Taufiq senjata yang digunakan dalam latihan adalah pistol kaliber 9 milimeter dengan jarak tempuh efektif proyektil mencapai sekitar 1.400 meter. Sejumlah faktor turut mempengaruhi arah lintasan peluru.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Beberapa faktor seperti arah angin, kelembapan, dan posisi penembak menjadi bagian yang kami kaji dalam penyelidikan ini," katanya.

ADVERTISEMENT

Taufiq menegaskan, apabila ditemukan unsur kelalaian dalam pelaksanaan latihan tersebut, pihak yang bertanggung jawab akan diproses sesuai ketentuan dan aturan yang berlaku di lingkungan TNI.

"Kami berkomitmen memberikan perhatian penuh kepada para korban dan akan menindaklanjuti setiap bentuk kelalaian sesuai prosedur hukum dan disiplin militer yang berlaku," katanya.

Sebagai tindak lanjut, Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol memutuskan menghentikan sementara seluruh aktivitas latihan di Lapangan Tembak Lapai. Saat ini pihak TNI tengah mencari lokasi alternatif yang dinilai lebih aman untuk pelaksanaan latihan menembak ke depan.

Selain itu, Kodam juga memastikan seluruh biaya pengobatan dan perawatan korban, yakni Guruh dan Nova, ditanggung sepenuhnya oleh institusi. Kedua korban saat ini terus mendapatkan pendampingan dan perawatan medis.

Insiden itu sendiri terjadi Selasa (2/6/2026) sore di halaman depan Rektorat UNP. Dua orang mengalami luka tembak akibat insiden itu. Keduanya merupakan mahasiswa dan salah seorang keluarga mahasiswa yang sedang merayakan kelulusan sidang kompre di areal kampus.



(astj/astj)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads