Pomdam TIB Periksa 10 Saksi-Baru Temukan 1 Proyektil Peluru Nyasar di UNP

Sumatera Barat

Pomdam TIB Periksa 10 Saksi-Baru Temukan 1 Proyektil Peluru Nyasar di UNP

Jeka Kampai - detikSumut
Rabu, 03 Jun 2026 20:18 WIB
Kapendam XX TIB, Kolonel Taufiq. (Jeka Kampai/detikSumut)
Foto: Kapendam XX TIB, Kolonel Taufiq. (Jeka Kampai/detikSumut)
Padang -

Polisi Militer Kodam (Pomdam) Tuanku Imam Bonjol (TIB) baru menemukan satu proyektil dalam insiden peluru nyasar yang menyebabkan dua orang mengalami luka tembak di kampus Universitas Negeri Padang (UNP). Sementara 10 orang saksi telah diperiksa terkait kasus tersebut.

Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XX Tuanku Imam Bonjol, Kolonel Taufiq mengatakan, pemeriksaan saksi-saksi sudah dilakukan setelah kejadian pada Selasa (2/6/2026) hingga hari ini.

"Kami dari Kodam XX Tuanku Imam Bonjol masih terus melakukan penyelidikan berkaitan dengan insiden tersebut. Sekitar sudah 10 orang kita catat dan ambil keterangannya," kata Taufiq dalam keterangan kepada wartawan di Makodam Rabu (3/6/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam penyelidikan sementara, tim baru berhasil menemukan satu proyektil yang diambil dari tubuh korban.

"Sementara ini baru satu proyektil. Apakah ada proyektil lain, karena korbannya dua? Itu yang sedang kita cari. Terus kita kumpulkan fakta di lapangan. Kejadian yang terkait ini masih banyak pertanyaan-pertanyaan harus dijawab, sehingga pimpinan sudah menyampaikan ayo segera cari data fakta," katanya.

ADVERTISEMENT

Selain pencarian proyektil, penyelidikan juga dilakukan dengan memeriksa sejumlah saksi. Total sudah ada 10 saksi yang diperiksa.

"Kita lakukan pada saat kejadian dan kita lakukan besoknya. Berasal dari kawan-kawan Nova (korban perempuan) sekitar 3 atau 4 orang, dan ada juga dari personil yang melaksanakan kegiatan pada hari itu," jelasnya.

Insiden peluru nyasar terjadi Selasa (2/6/2026) sore di halaman depan Rektorat UNP. Dua orang mengalami luka tembak akibat insiden itu.

Keduanya merupakan mahasiswa dan salah seorang keluarga mahasiswa yang sedang merayakan kelulusan sidang komprehensif di areal kampus.

Sekretaris UNP, Erianjoni menyebut, Kedua korban sudah ditangani setelah dilarikan ke rumah sakit.

Pihak TNI telah mengkonfirmasi insiden tersebut. Namun belum bisa memastikan sumber peluru.

"Memang benar ada insiden, di mana ada dua saudara kita yang terkena peluru nyasar. Namun belum bisa dipastikan apakah itu berasal dari peluru anggota kita yang sedang latihan," kata Kapendam XX Tuanku Imam Bonjol, Kolonel Taufiq kepada detikSumut.

Ia menyebut, pada saat bersamaan dengan insiden itu, sedang ada latihan menembak oleh salah satu Batalon di kawasan Lapai, yang berjarak sekitar 800 meter dari kampus.

"Bukan di (Batalyon) seberang. Latihan di Lapangan tembak Lapai. Makanya kan jaraknya memang sangat jauh. Dan kita menggunakan senjata laras panjang (saat latihan). Kalaupun memang kejadian seperti itu, atau peluru (nyasar) kita juga perlu melakukan penyelidikan, karena posisinya yang jauh," katanya.

Meski begitu, pihak Kodam XX Tuanku Imam Bonjol mengambil tanggungjawab untuk membantu korban, termasuk soal biaya penanganan medis.

"Kedua korban kita bawa (rujuk) ke RST Reksodiwiryo untuk mengeluarkan proyektil," jelas Taufiq.

Taufiq memastikan penanganan lanjutan akan disampaikan kepada publik.

"Fokus kita saat ini menangani korban. Penanganannya akan kita sampaikan nantinya," katanya menambahkan.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Sedang Asyik Bermain dengan Cucu, Nenek di Jember Tertembak Peluru Nyasar"
[Gambas:Video 20detik] (mjy/mjy)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads