Guru Pesantren Paksa Santri Seks Oral, Polres Asahan Tiba-tiba Bungkam

Tim detikSumut - detikSumut
Jumat, 29 Jul 2022 12:42 WIB
Kapolres Asahan, AKBP Putu Yudha Prawira
Kapolres Asahan, AKBP Putu Yudha Prawira. (Dok. detikSumut)
Asahan -

Polres Asahan tiba-tiba bungkam saat dimintai konfirmasi mengenai penanganan kasus dugaan pelecehan seksual di salah satu pondok pesantren di Kecamatan Sei Dadap. Sejak kemarin, polisi terkesan irit bicara kepada media.

Kapolres Asahan, AKBP Putu Yudha Prawira sampai hari ini belum memberikan keterangan. Begitu juga dengan Kasat Reskrim Polres Asahan, AKP M Said Husein tak memberikan komentar apa pun terkait kasus ini.

Sejak Kamis malam (28/7) kemarin, hingga Jumat (28/7/2022) siang, konfirmasi yang dikirim wartawan melalui WhatsApp maupun telepon tak mendapat balasan dan jawaban.


Padahal, sebelumnya mantan Kasat Reskrim Polres Langkat ini leluasa membagikan informasi awal kasus itu untuk diberitakan. Tak ada keterangan apa pun yang bisa disampaikan polisi kepada wartawan usai mereka menangkap dan mengamankan pelaku berinisial IA itu.

Sebelumnya, diberitakan polisi menangkap seorang guru pesantren di Kecamatan Sei Dadap, Asahan, Sumatera Utara, atas kasus pencabulan terhadap santri. Pelaku berinisial IA (25) diduga memaksa tiga santri pria di pondok pesantren (ponpes) itu melakukan seks oral.

"Benar, pelaku kita amankan hari ini Senin (25/7) malam kemarin dan saat ini telah ditahan," kata Kasat Reskrim Polres Asahan AKP M Said Husein saat dimintai konfirmasi wartawan, Kamis (28/7/2022).

Said mengungkapkan IA merupakan salah satu guru di pesantren itu. Dia dilaporkan oleh orang tua santri yang diduga menjadi korban pencabulan di dalam ponpes itu.

Kasus ini terungkap ketika salah seorang korban berusia 12 tahun menceritakan perlakuan yang dialami kepada orang tuanya. Merasa tidak terima anaknya diperlakukan dan dilecehkan oleh pelaku, orang tua korban membuat laporan ke Polres Asahan, yang dilihat wartawan pada nomor LP/B/668/VII/2022/SU/Res Ash.

Berdasarkan laporan korban, kejadian tersebut terakhir kali dilakukan pada korban pada Minggu (24/7) di perumahan guru dalam kompleks pesantren tersebut, tepatnya di kamar pelaku.

Korban diajak pelaku ke kamar tidurnya. Sebelumnya, pelaku juga telah membangun hubungan emosional dan kedekatan kepada korban dengan memberikan uang jajan, makanan, serta perhatian lebih.



Simak Video "Pasutri di Asahan Bersaing di Pilkades Gegara Tak Ada Lawan"
[Gambas:Video 20detik]
(dpw/dpw)