Paksa 3 Santri Seks Oral, Guru Pesantren di Asahan Jadi Tersangka

Datuk Haris Molana - detikSumut
Jumat, 29 Jul 2022 12:13 WIB
Ilustrasi Pencabulan Anak. Andhika Akbarayansyah/detikcom.
Ilustrasi pencabulan anak. (Foto: Andhika Akbarayansyah)
Medan -

Polisi menetapkan IA (25), seorang guru di salah satu pondok pesantren (ponpes) di Kabupaten Asahan menjadi tersangka. IA diduga memaksa muridnya melakukan seks oral.

"Sudah (jadi tersangka)," kata Kabid Humas Polda Sumut Kombes Hadi Wahyudi kepada detikSumut, Jumat (29/7/2022).

Tersangka IA diduga melanggar Pasal 82 UU RI No 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI No 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.


Sebelumnya, IA diamankan karena diduga memaksa muridnya melakukan seks oral. Tiga santri pria menjadi korban perbuatan bejat guru itu.

Bukan hanya sekali, aksi itu dilakukan IA berulang kali. Orang tua murid yang tidak terima dengan perbuatan langsung melaporkan IA ke polisi.

"Benar, pelaku kita amankan hari ini Senin (25/7) malam kemarin dan saat ini telah ditahan," kata Kasat Reskrim Polres Asahan AKP M Said Husein saat dimintai konfirmasi wartawan, Kamis (28/7) kemarin.

Said menjelaskan berdasarkan pengakuan IA, ada tiga santri pria yang menjadi korban perbuatannya. Ketiga korban pun telah dimintai keterangan oleh polisi.

"Termasuk pelapor ada tiga orang yang menjadi korban," jelasnya.

Bujuk rayu dilakukan IA agar korban bersedia menuruti permintaannya, mulai dari membangun kedekatan emosional dengan korban, memberikan uang jajan, serta makanan.

"Sehingga pelaku leluasa mengajak korban datang ke kamarnya. Kejadian tersebut juga sudah berulang kali dilakukannya," kata Said.

Kasus ini terungkap ketika salah seorang korban berusia 12 tahun menceritakan perlakuan yang dialami kepada orang tuanya. Merasa tidak terima anaknya diperlakukan dan dilecehkan oleh pelaku, orang tua korban membuat laporan ke Polres Asahan, yang dilihat wartawan pada nomor LP/B/668/VII/2022/SU/Res Ash.

Berdasarkan laporan korban, pelaku melakukan aksi cabul itu terakhir kali pada Minggu (24/7) di perumahan guru dalam kompleks pesantren tersebut, tepatnya di kamar pelaku.



Simak Video "Pasutri di Asahan Bersaing di Pilkades Gegara Tak Ada Lawan"
[Gambas:Video 20detik]
(dhm/dpw)