⁠Menanda Tahun Upacara Adat Suku Pakpak Sebelum Mulai Musim Tanam

⁠Menanda Tahun Upacara Adat Suku Pakpak Sebelum Mulai Musim Tanam

Dwi Puspa Handayani Berutu - detikSumut
Kamis, 09 Apr 2026 09:00 WIB
Petani mempersiapkan tanaman padi sebelum proses penanaman pada musim tanam gadu di area persawahan Desa Pasi Teungoh, Kecamatan Kaway XVI, Aceh Barat, Aceh, Selasa (9/7/2024). Data Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Hortikultura menyatakan memasuki musim tanam padi gadu dari bulan April hingga Juli 2024 jumlah lahan yang sudah ditanami padi telah mencapai 50 persen lebih atau sebanyak 3.271 hektar dari target penanaman 6.000 hektar dan diprediksikan bakal terus bertambah hingga bulan September mendatang. ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas/foc.
Ilustrasi tanam padi (Foto: ANTARA FOTO/SYIFA YULINNAS)
Medan -

Bagi komuniti Suku Pakpak di Sumatera Utara, kegiatan bertani lebih dari sekadar menempatkan biji di dalam tanah. Terdapat hubungan rohani dan ekologi yang sangat mendalam antara manusia, pencipta, dan alam semesta.

Hubungan ini diungkapkan melalui ritual tahunan yang sangat suci, dikenali sebagai Menanda Tahun. Secara literal dikutip dari jurnal Ritual Menanda Tahun: Menggali Spiritualitas Ekologis Masyarakat Pakpak Di Desa Aornakan II-Pakpak Bharat oleh Keke Teguh Manik mahasiswa Teologi, Fakultas Ilmu Teologi, IAKN Tarutung, Menanda bermaksud memberikan tanda atau simbol, sementara Tahun merujuk kepada kitaran waktu.

Dengan itu, Menanda Tahun adalah sebuah ritual yang diperlukan sebagai "petunjuk" permulaan musim penanaman padi yang biasanya diadakan pada bulan Mei atau Jun setiap tahun.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mengapa Menanda Tahun Memiliki Makna yang Dalam?

Penduduk Pakpak meyakini bahawa hutan dan ladang mempunyai penguasa atau kuasa ghaib yang wujud jauh sebelum kehadiran manusia. Oleh sebab itu, memulai ladang tanpa izin dianggap sebagai tindakan terlarang dan berisiko membawa malapetaka, seperti hasil pertanian yang tidak menjadi atau serangan hama yang meluas. Ritual ini berfungsi sebagai:

  • Penjagaan Alam: Mengatur kaedah pembukaan ladang supaya hutan tidak terganggu.
  • Alat Spiritual: Memohon doa dan keberkatan supaya hasil pertanian berlimpah.
  • Penyatu Sosial: Menjadi saat untuk berhimpun semua unsur masyarakat, dari pemimpin adat hingga generasi muda.

Salah satu ciri unik Menanda Tahun adalah adanya Larangan-larangan (tabu adat). Peraturan ini secara langsung memberikan kesan positif terhadap alam sekitar. Beberapa larangan ketatnya termasuk:

ADVERTISEMENT
  • Dilarang membakar hutan secara sembarangan.
  • Dilarang menebang pohon atau membuka ladang pada waktu dan tempat yang tidak sesuai.

Sesiapa yang melanggar peraturan ini atau berani membuka ladang tanpa meramal dari tokoh adat, akan dikenakan hukuman adat yang tegas.

Pelaksanaan ritual ini sangat terstruktur dan penuh makna, layaknya sebuah drama kehidupan yang dibagi menjadi empat fase utama:

  1. Runggu (Musyawarah Bersama): Para tokoh adat, kepala desa, dan pemuka agama kumpul untuk menetapkan waktu serta metode pelaksanaan.
  2. Persiapan: Pemuda dan panitia bekerja sama untuk menyiapkan peralatan dan memasak makanan tradisional Pakpak yang sakral, yaitu Pelleng.
  3. Puncak Ritual: Dipimpin oleh seorang Guru (figur spiritual). Prosesi dimulai dengan penyembelihan hewan kurban. Yang menarik, Guru tersebut akan melafalkan doa-doa khusus (termasuk doa-doa dalam Islam) dan meramalkan hasil pertanian dengan memperhatikan organ tubuh hewan kurban tersebut.
  4. Makan Bersama & Pengumuman: Setelah doa dipanjatkan, seluruh warga berkumpul untuk makan bersama. Di akhir acara, Guru akan menyampaikan hasil ramalan serta aturan (Rebbu) yang wajib dipatuhi sepanjang tahun mendatang.

Sebagai tanda bahwa norma adat telah diterapkan, pucuk enau atau Lambe akan dipasang di batas desa. Ini menjadi simbol komitmen masyarakat untuk menjaga keseimbangan dengan alam.

Ritual Menanda Tahun menunjukkan bahwa kearifan lokal Suku Pakpak sangat berkembang dalam upaya melestarikan lingkungan. Dengan menghormati alam, mereka percaya bahwa alam akan memberikan balasan berupa hasil panen yang melimpah.

Bagi Anda yang ingin mendalami budaya dan sejarah di Sumatera Utara, menyaksikan atau mempelajari Menanda Tahun merupakan cara terbaik untuk menghargai betapa kayanya warisan nenek moyang nusantara.


Artikel ditulis Dwi Puspa Handayani Berutu, peserta maganghub Kemnaker di detikcom
Halaman 2 dari 2


Simak Video "Mencoba Permainan Golf yang Menantang di Sumatera Utara"
[Gambas:Video 20detik] (astj/astj)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads