Sering Gunakan AC Seharian? Ini Suhu Ideal agar Tagihan Listrik Tak Boncos

Sering Gunakan AC Seharian? Ini Suhu Ideal agar Tagihan Listrik Tak Boncos

Sekar Aqillah Indraswari - detikSumut
Kamis, 15 Okt 2026 21:42 WIB
Ilustrasi AC
Ilustrasi AC. (Foto: Getty Images/onurdongel).
Jakarta -

Menyalakan AC seharian memang bikin nyaman apalagi saat cuaca di luar sedang terik-teriknya, namun kebiasaan ini bisa bikin tagihan listrik membengkak. Supaya tetap adem tanpa bikin kantong jebol, penting untuk mengatur AC pada suhu yang ideal.

Suhu ideal AC tidak terlalu membebani tagihan listrik serta cukup untuk menjaga ruangan tetap adem dan dingin. Biasanya pengguna mengatur suhu sesuai dengan keinginannya antara 18-30 derajat. Padahal suhu ideal ada ketentuan tersendiri.

Suhu Ideal AC

Dilansir detikProperti dari Realestat, saat suhu di luar panas, suhu ruangan ber-AC harus dibikin dingin. Suhu yang paling efisien dan ideal yaitu antara 24-26 derajat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pastikan pula ruangan itu dalam keadaan tertutup dan jendela pun dipasang gorden supaya panas tidak masuk ke dalam.

Untuk kamar tidur, menurut Medical News Today, suhu AC bisa diatur ke 16-19,5 derajat Celcius. Tapi, suhu ini tidak menjamin tagihan listrik normal ya.

ADVERTISEMENT

Suhu tersebut dinilai bisa bikin tidur jauh lebih nyenyak. Pendapat lain juga dikemukakan oleh pakar tidur dari Universitas Kansai, Jepang. Menurut mereka suhu AC terbaik adalah antara 25-28 derajat Celcius demi menjaga tidur tetap berkualitas.

Saat Pergi Sebentar, Apakah AC Lebih Baik Dimatikan?

Ada juga perdebatan mengenai saat sedang tidak di rumah apakah AC harus dimatikan atau lebih baik dinyalakan saja. Sebab, ada anggapan AC yang sering hidup dan mati menyedot listrik yang besar karena harus mendinginkan ruangan dari awal lagi.

Dilansir dari Real Simple, tak ada satu jawaban yang tepat untuk itu. Menurut peneliti senior program bangunan untuk American Council for an Energy-Efficient Economy, Jennifer Amann, semua tergantung pada posisi rumah, lingkungan tempat tinggal apakah memiliki tutupan pohon atau tidak, dan iklim di daerah sekitar.

Selain itu, kebijakan dari perusahaan listrik setempat juga berpengaruh. Bila tarifnya memang mahal berarti percuma juga taktik penggunaan AC hemat.

Dia lebih menyarankan untuk memakai AC dengan bijak dan sesuai kebutuhan. Jika benar-benar tidak terpakai dan ingin dimatikan, tak masalah. Selain itu, akan jauh lebih tenang apabila seluruh peralatan elektronik dalam keadaan mati saat penghuninya meninggalkan rumah.



(dhm/dhm)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads