Minat membaca ikut berubah seiring dengan perkembangan teknologi digital. Perubahan itu tidak otomatis membuat minat membaca menurun.
Pustakawan Medan, Nadhira Khairiyya melihat siswa kini lebih tertarik membaca komik digital dibandingkan komik cetak. Selain itu, bacaan seperti alternative universe (AU) yang banyak beredar di media sosial juga diminati.
"Minat bacanya tidak berkurang, tapi bertransformasi ke bentuk-bentuk digital. Siswa sekarang lebih suka baca komik digital daripada komik tercetak, sama juga lebih suka baca seperti yang lagi marak seperti AU (alternative universe) di media sosial daripada baca novel," kata Nadhira, (Kamis 8/10/2026)
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya penggunaan gawai dan internet juga membawa tantangan terhadap cara siswa membaca. Siswa terbiasa melakukan skimming atau membaca dengan cepat sehingga terkadang kurang memahami isi bacaan dan mudah lupa setelah selesai membaca.
Di Perpustakaan Medan, buku fisik juga masih diminati. Nadhira mengatakan komik pengayaan yang diberikan melalui program Gerakan Literasi Sekolah (GLS) menjadi salah satu bacaan yang disukai siswa.
"Dalam sehari bisa ada 10-15 anak yang meminjam 2-3 buku," ujarnya.
Untuk mempertahankan ketertarikan siswa, perpustakaan menyesuaikan koleksi dengan minat mereka. Koleksi yang disediakan antara lain komik serta buku cerita yang menghibur tetapi tetap memiliki nilai edukasi.
"Yang penting untuk perpustakaan sekolah bukan berapa jumlah bukunya, tetapi seberapa tepat sasaran buku-buku tersebut. Jadi buku harus sesuai dengan selera siswa agar siswa tertarik untuk meminjam," jelasnya.
Selain memperbarui koleksi, perpustakaan juga menggelar kegiatan literasi setiap Selasa. Ruang perpustakaan dibuat nyaman dan petugas memberikan pelayanan yang ramah agar siswa betah berkunjung.
Temuan tersebut sejalan dengan penelitian Sari dkk. (2024) dalam Journal of Education Research yang meneliti 274 siswa SMPN 1 Maospati. Penelitian itu menemukan pemanfaatan perpustakaan digital berpengaruh signifikan dan positif terhadap minat baca serta literasi siswa.
Penelitian menunjukkan perpustakaan perlu beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Penggunaan perpustakaan digital, termasuk koleksi dalam format elektronik, dapat menjadi salah satu cara untuk mendukung akses informasi sekaligus meningkatkan minat baca dan literasi.
Dengan perubahan itu, perpustakaan sekolah kini tidak hanya dituntut menyediakan banyak buku. Koleksi yang sesuai dengan kebutuhan siswa, kegiatan literasi, serta lingkungan perpustakaan yang nyaman menjadi bagian penting untuk menjaga ketertarikan siswa terhadap aktivitas membaca.
Artikel ditulis Hafizna Irasa Hasibuan, Peserta Maganghub Kemnaker di detikcom
Simak Video "Leaders Talk: CEO Grab Indonesia Neneng Goenadi Bahas Semangat Gotong Royong, Bersinergi untuk Indonesia"
[Gambas:Video 20detik] (astj/astj)
