Pelajaran Sejarah Dianggap Membosankan, Guru Ungkap Cara Bikin Lebih Menarik

Pelajaran Sejarah Dianggap Membosankan, Guru Ungkap Cara Bikin Lebih Menarik

Hafizna Irasa Hasibuan - detikSumut
Rabu, 07 Okt 2026 21:45 WIB
Ilustrasi guru mengajar di dalam dan luar kelas, ilustrasi siswa belajar.
Ilustrasi guru mengajar di kelas (Foto: guru_esdeh)
Medan -

Pelajaran sejarah kerap dianggap membosankan karena identik dengan hafalan nama tokoh, tanggal, hingga peristiwa masa lalu. Ternyata hal itu tidak selalu benar karena tergantung cara guru yang memberikan materi pembelajaran kepada murid.

Salah satu guru IPS di Medan, Mawaddah, mengatakan siswa justru dapat menunjukkan antusiasme ketika materi sejarah disampaikan dalam bentuk cerita. Terutama saat membahas kisah para tokoh, pahlawan, maupun cerita yang dekat dengan kehidupan mereka.

"Anak-anak sekarang bukannya nggak suka sejarah, tapi tergantung cara penyampaian materi itu gimana ke mereka," kata Mawaddah, Rabu (7/10/2026)

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya, siswa biasanya mulai kehilangan minat ketika pembelajaran lebih banyak berisi kegiatan menghafal dan mencatat. Kondisi tersebut berbeda ketika guru mengemas materi dengan metode yang lebih interaktif.

"Kalau udah menyangkut sistem hafalan, mencatat, barulah mereka cepat bosan," ujarnya.

ADVERTISEMENT

Salah satu metode yang diterapkannya adalah membagi siswa dalam beberapa kelompok untuk membuat komik cerita rakyat atau legenda. Siswa kemudian menuangkan cerita tersebut ke dalam gambar dan tulisan di atas karton.

Salah satu cerita yang digunakan adalah legenda Roro Jonggrang. Dari kegiatan tersebut, Mawaddah menemukan masih ada siswa yang belum mengetahui cerita rakyat tersebut. Menurutnya, hal itu menunjukkan pentingnya mendorong minat baca dan kemampuan siswa dalam mencari informasi.

Selain melalui cerita dan proyek, materi sejarah juga dikaitkan dengan persoalan yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Mawaddah menggunakan contoh kasus untuk mengajak siswa melihat hubungan antara peristiwa masa lalu dengan kondisi saat ini.

Misalnya, ketika membahas kebiasaan masyarakat Indonesia menggunakan atau mengimpor produk dari luar negeri, siswa diajak melihat keterkaitannya dengan sejarah kolonialisme. Dengan cara tersebut, sejarah tidak hanya dipahami sebagai kumpulan peristiwa masa lalu, tetapi juga sebagai sesuatu yang memiliki hubungan dengan kehidupan sekarang.

Cara pembelajaran seperti ini sejalan dengan penelitian Widayati Rahayu dalam Jurnal Pendidikan Sejarah Indonesia yang menyebutkan, siswa dapat menganggap sejarah membosankan ketika pembelajaran terlalu menekankan fakta, tahun, dan tokoh untuk dihafalkan. Pembelajaran sejarah untuk generasi yang dekat dengan teknologi perlu dikemas lebih menarik tanpa menghilangkan substansi sejarah.

Penelitian lain dalam SAJARATUN: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah tahun 2026 juga menunjukkan bahwa pembelajaran sejarah dapat dikembangkan melalui pengalaman yang lebih aktif. Pemanfaatan museum dan artefak, misalnya, dapat membantu siswa memahami kronologi serta hubungan sebab-akibat dalam peristiwa sejarah.

Penelitian mengenai tantangan pendidikan IPS di era globalisasi menekankan pentingnya pembelajaran yang kontekstual, kolaboratif, dan berbasis aktivitas. Metode pembelajaran yang terlalu monoton dan berpusat pada guru dapat membuat siswa lebih mudah merasa bosan.

Persoalan pembelajaran sejarah bukan semata-mata mengenai apakah siswa menyukai atau tidak menyukai sejarah. Cara guru menyampaikan materi menjadi salah satu faktor penting untuk membuat siswa tertarik memahami berbagai peristiwa masa lalu.

Bagi Mawaddah, sejarah akan lebih mudah diterima ketika siswa tidak hanya diminta mengingat tanggal dan nama tokoh, tetapi juga diajak bercerita, berdiskusi, mencari informasi, membuat karya, serta menghubungkan peristiwa masa lalu dengan persoalan yang mereka temui saat ini.

Artikel ditulis Hafizna Irasa Hasibuan, peserta Maganghub Kemnaker di detikcom

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Menuju dan Menikmati Keindahan Candi Sojiwan di Jawa Tengah"
[Gambas:Video 20detik] (astj/astj)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads