Pesan Menteri Bahlil ke Pemilik Mobil Mewah Tapi Isi BBM Subsidi

Pesan Menteri Bahlil ke Pemilik Mobil Mewah Tapi Isi BBM Subsidi

Tim detikOto - detikSumut
Sabtu, 19 Sep 2026 18:30 WIB
Ketum Partai Golkar Bahlil Lahadalia. (Eva/detikcom)
Foto: Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia. (Eva/detikcom)
Jakarta -

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, meminta kepada para pemilik mobil mewah agar berhenti isi bahan bakar subsidi. Dia mengajak mereka untuk menggunakan hati nurani.

Pasca-harga BBM nonsubsidi seperti Pertamax naik, kini banyak pemilik kendaraan akhirnya beralih ke Pertalite. Namun, pemilik mobil mewah diminta agar mengikuti jejak tersebut.

"Persoalan shifting, dari yang tadinya tidak memakai subsidi dan sekarang mereka memakai subsidi, saran saya sebagai warga negara Indonesia kepada saudara-saudara saya yang mampu, yang mohon maaf mobilnya pakai BMW, kemudian mobil-mobil yang kelas tinggi, mohonlah kita pakai hati juga," ujar Bahlil, dilansir detikOto dari CNBC Indonesia, Sabtu (19/9).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Janganlah kita pakai BBM subsidi. Itu kan untuk saudara-saudara kita yang berhak menerimanya. Dengan metode lain adalah subsidi harus tepat sasaran," tambahnya.

ADVERTISEMENT

Bahlil mengklaim, pihaknya masih mempertimbangkan rencana penerbitan regulasi khusus untuk mengatur pembatasan peralihan konsumsi BBM. Saat ini dirinya sekadar hanya memberikan imbauan ke penggunaan kendaraan di Indonesia.

"Saya akan mempertimbangkan, nanti kita lihat. Tapi kan saya harus ngomong ini dulu, kalau regulasi itu kan butuh proses. Tapi imbauan ini penting," ungkapnya.

Selanjutnya, Bahlil juga mengaku, tidak pernah membeli dan mengonsumsi BBM subsidi. Dia pun kembali mengingatkan kepada masyarakat mampu agar lebih sering menggunakan hati saat mau mengisi bahan bakar.

"Kalau contoh kayak saya, masa sih saya pakai BBM subsidi. BBM subsidi itu kan untuk saudara-saudara kita yang berhak menerimanya. Kalau yang punya gaji cukup, rumah bagus, mbok pakai hatilah," tuturnya.

"Jadi berikanlah hak rakyat yang punya hak itu punya mereka, jangan yang mampu yang mengambilnya," kata Bahlil menambahkan.

Artikel ini telah tayang di detikOto, baca selengkapnya di sini



(mjy/mjy)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads