Pertamax Bisa Tembus Rp 20 Ribu/Liter!

Pertamax Bisa Tembus Rp 20 Ribu/Liter!

Retno Ayuningrum - detikSumut
Sabtu, 12 Sep 2026 14:01 WIB
Ilustrasi pembelian BBM di SPBU
Foto: (Foto: Istimewa/Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel)
Jakarta -

Ketegangan geopolitik yang berlangsung di Timur Tengah, terutama di kawasan Selat Hormuz, terus memberikan tekanan terhadap pasar energi global. Konflik yang belum menunjukkan tanda-tanda berakhir tersebut menyebabkan harga minyak mentah dunia berfluktuasi dan berpotensi memengaruhi harga bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia.

Direktur Pemasaran Ritel Pertamina Patra Niaga, Eko Ricky Susanto, menyebut kondisi geopolitik saat ini lebih kompleks dibandingkan konflik Rusia-Ukraina yang sebelumnya turut mengguncang pasar energi dunia. Dampak perang di Timur Tengah membuat harga minyak global masih bertahan tinggi tanpa indikasi penurunan yang berarti.

"Katanya hari ini harga dunia, BBM juga sedang naik lagi dibandingkan, jadi kalau berharap turun US$ 70 per barel atau US$ 60 per barel sebelum terjadinya krisis geopolitik, ya kita doakan mungkin semoga itu bisa terjadi dalam waktu segera," ujar Eko dalam acara Pertamax Journey di Cilacap, Jawa Tengah, dilansir detikFinance, Sabtu (12/9/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Eko menjelaskan, apabila harga minyak dunia tetap berada pada level tinggi dan belum menunjukkan tren penurunan, harga BBM non subsidi seperti Pertamax berpotensi mengalami kenaikan. Dalam skenario tersebut, harga Pertamax bahkan diperkirakan dapat mencapai kisaran Rp 20 ribu per liter.

"Karena kalau tidak kondisi ini akan berdampak seperti sekarang, harga Pertamax dan lain-lain itu akan berkisar antara di angka Rp 18-20 ribuan, karena belum ada indikasi terjadi penurunan harga minyak dunia," beber Eko.

ADVERTISEMENT

Sebelumnya, harga minyak mentah dunia kembali mengalami lonjakan setelah konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran memanas. Pada perdagangan Kamis, harga minyak bahkan sempat menembus US$ 108 per barel, level tertinggi sejak Mei 2026.

Harga minyak dunia kembali berada di atas US$ 100 per barel pada pekan ini seiring meningkatnya eskalasi konflik di sekitar Selat Hormuz dan Laut Merah.

AS dan Iran terlibat dalam aksi saling serang, sementara kelompok Houthi yang mendapat dukungan Iran juga melancarkan serangan terhadap Arab Saudi. Situasi tersebut semakin meningkatkan ketegangan di kawasan Selat Bab al-Mandab.

Ketidakpastian pasokan energi akibat konflik membuat para pedagang meningkatkan pembelian minyak mentah sebagai langkah antisipasi terhadap potensi gangguan distribusi yang berlangsung lebih lama. Meningkatnya permintaan tersebut secara otomatis turut mendorong harga komoditas energi global semakin tinggi.



(nkm/nkm)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads