Pendeta Gloria Irene Bale, yang sehari-hari memimpin ibadah di Gereja POUK Chapel Universitas Sumatra Utara (USU) bercerita terkait kejadian pengosongan dan pengusiran paksa dirinya dari gereja. Irene sendiri sudah 24 tahun mengabdi di Gereja Chapel USU.
Saat pengosongan paksa, Irene sendiri tidak ada di lokasi. Sebab, dirinya sedang menghadiri pemeriksaan di Polda Sumut.
"Kami patuh kepada pemerintah, kami patuh kepada Menteri Agama, kami patuh kepada Kapolri. Kami sedang diperiksa saya di sana, mereka datang mengosongkan rumah Tuhan ini dalam waktu kira-kira 1 jam," ujar Gloria saat diwawancarai detikSumut, Senin (10/8/2026).
Gloria mengatakan, barang-barang pribadi di ruangannya juga diambil secara paksa oleh pihak yang mengatasnamakan USU.
"Rice cooker, minuman semua, utilitas diputus sama mereka. Luar biasa biadabnya, jahatnya. Di mana keadilan, di mana kebenaran di dunia ini, di Indonesia ini? Bapak Presiden, Bapak Wakil Presiden Gibran, Kapolri, Kapolda, Menteri Agama, turun tanganlah," ungkap Gloria.
Hal yang paling menyedihkan bagi Gloria adalah pengrusakan altar. Menurutnya, itu adalah tempat sehari-hari jemaat Gereja dibina secara rohani.
"Mereka bekerja sama untuk merampok barang-barang yang ada di sini. Ini miliknya Tuhan, miliknya jemaat. Lihatlah altar, tempat jemaat menerima pembinaan rohani. Ini sangat kudus. Altar, tempat berkhotbah, tempat menyampaikan warta, doa syafaat, tempat liturgis, sudah mereka angkut semuanya. Simbol-simbol keagamaan yang sangat penting semua sudah dirusak oleh mereka. Lihatlah ini, Bapak Presiden yang kami hormati, kami minta keadilan, kebenaran dinyatakan," kata Gloria sembari menunjuk kondisi altar yang sudah hancur.
Menurut Gloria, dirinya sudah melayani di Gereja POUK Chapel USU selama 24 tahun. Ia juga kerap diundang Polda Sumut untuk menjadi penceramah.
"Saya sudah lama melayani di sini, 24 tahun. Kalian semua tahu, siapapun tahu, para dosen, jemaat, semua. Bahkan saya juga adalah pembina di Polda. Saya biasanya datang di Polda untuk memberikan ceramah firman Tuhan," ungkapnya.
Simak Video "Video: Polisi Tetapkan 2 Pengusir Nenek Elina Jadi Tersangka"
(astj/astj)