Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 2 Medan yang ada di Jalan Flamboyan II, Kelurahan Tanjung Selamat, Kecamatan Medan Tuntungan, kekurangan jumlah guru. Untuk menutupi kekurangan tersebut pihak sekolah mengajukan permohonan pengadaan guru ke Pemkot Medan dan Pemprov Sumut.
"Kita juga meminta kepada Pemko maupun Pemprov untuk mengadakan guru. Namun memang tentu saja ada guru yang kita belum dapat, yaitu guru agama karena di tingkat Pemprov maupun Pemko sendiri itu kekurangan," kata Kepala SMA dan SD Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Medan, Syahripal Putra, saat menerima kunjungan Deputi 3 Bakom RI Kurnia Ramadhana, Jumat (25/9/2026).
Menurut Syahripal, untuk mengisi posisi guru yang dibutuhkan ini, bisa melalui kebijakan mandiri sekolah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi kita mengambil kebijakan berdasarkan aturan dari Kemensos dan Kemenpan RB, kita boleh mengambil yang memang betul-betul kredibel yang akan nanti di-SK-kan oleh Kemensos juga," ungkapnya.
Dia bilang Pemkot dan Pemprov Sumut sudah membantu merekrut 3 orang guru untuk SRT 2 Medan. Namun, kata Syahripal, saat ini pihaknya masih kekurangan guru agama.
"Sudah ada bantuan (dari Pemkot dan Pemprov). Sudah ada bantuan sebanyak tiga guru SD, namun tadi saya sampaikan ada guru yang juga di Pemko kekurangan yakni guru agama," pungkasnya.
Kurnia sendiri mengatakan kedatangannya untuk melihat lebih dekat STR 2 Medan. Diakuinya kekurangan jumlah guru membuat kuota 1.000 murid di STR 2 Medan belum bisa dipenuhi.
"Iya, seperti yang tadi disampaikan oleh Pak Kepala Sekolah, ternyata tenaga guru belum begitu mencukupi, namun sekarang sedang berproses koordinasi dengan Pemko dan Pemprov," ujarnya.
Dikatakan Kurnia, saat ini dikhawatirkan jumlah siswa melebihi kemampuan guru untuk mengajar. Untuk itu, kata dia, kuota 1.000 siswa di SRT Medan masih belum dipenuhi lantaran jumlah tenaga pendidik yang belum mencukupi.
"Iya, tentu kalau kita melihat ada cukup banyak anak-anak SD yang ada di Sekolah Rakyat dan belum berimbangan antara jumlah siswa dan jumlah guru. Tentu dalam hal ini sebagaimana tadi disampaikan oleh Pak Kepala Sekolah, prosesnya sedang berjalan hari ini. Tentu kita menunggu bagaimana nanti tindak lanjutnya karena harus ada beban yang seimbang juga," katanya.
Selain kekurangan tenaga pendidik, dikatakan Kurnia, kebutuhan dasar siswa-siwi di SRT 2 Medan sudah terpenuhi dengan layak.
"Lebih dari itu, saya rasa kebutuhan dasar dari siswa-siswa untuk mendapatkan pendidikan yang layak sudah sangat terpenuhi di Sekolah Rakyat," tambahnya.
Kurnia menyebut, hingga saat ini, sudah ada sekitar lebih dari 180 titik Sekolah Rakyat di seluruh Indonesia. Dari 180 titik, 90 lebih di antaranya sudah berstatus bangunan permanen.
"Saat ini sudah ada lebih dari 44.000 siswa di Sekolah Rakyat. Dan tentu kami datang ke Kota Medan untuk melihat langsung bagaimana bangunan permanen dan operasional Sekolah Rakyat yang ada di Kota Medan," ungkapnya.
Untuk diketahui tenaga pengajar yang bertugas saat ini masih memakai tenaga yang berasal dari SRT rintisan. Yakni 17 guru untuk SMA dan 2 guru untuk tingkat SD.
Simak Video "Video: Momen Paduan Suara Sekolah Rakyat Persembahkan Lagu Hari Merdeka di Istana"
[Gambas:Video 20detik] (astj/astj)
