Tak Banyak Tahu, 5 Makanan Sehari-hari Ini Mengandung Alkohol Alami

Tak Banyak Tahu, 5 Makanan Sehari-hari Ini Mengandung Alkohol Alami

Atiqa Rana - detikSumut
Minggu, 02 Agu 2026 09:01 WIB
Medan -

Banyak orang mengira alkohol hanya terdapat pada minuman keras. Padahal, sejumlah makanan yang sering dikonsumsi sehari-hari ternyata juga mengandung alkohol alami dalam kadar sangat kecil yang terbentuk melalui proses fermentasi atau pematangan.

Keberadaan alkohol alami pada makanan ini umumnya tidak membahayakan dan berbeda dengan alkohol yang terdapat pada minuman beralkohol. Namun, fakta tersebut masih belum banyak diketahui masyarakat sehingga kerap menimbulkan pertanyaan, terutama terkait keamanan konsumsi maupun pandangannya dalam berbagai aspek.

Lantas, makanan apa saja yang secara alami mengandung alkohol? Berikut lima jenis makanan yang mungkin sering Anda konsumsi tanpa menyadari adanya kandungan alkohol alami di dalamnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Makanan Sehari-hari yang Mengandung Alkohol Alami

Makanan sehari-hari apa saja yang mengandung alkohol? Dilansir detikFood dari starinsider.com, berikut daftarnya!

1. Pisang Matang

Semakin matang pisang maka kandungan alokoholnya bisa semakin tinggi. Foto: Getty Images/DRW-Artworks
Pisang, terutama yang sudah terlalu matang, mengandung alkohol sebesar 0,2-0,4% ABV. Namun, presentase alkoholnya bisa meningkat.

ADVERTISEMENT

Sebab, seiring bertambahnya usia simpan pisang, buah mulai berfermentasi. Kandungan pati di dalam pisang matang berubah menjadi gula sederhana. Jamur atau ragi alami yang ada di lingkungan sekitar mulai memakan gula tersebut. Peruraian gula oleh ragi tanpa oksigen menghasilkan gas dan senyawa etanol atau alkohol dalam kadar kecil.

Oleh karena itu, semakin matang pisang maka semakin tinggi kadar alkohol ABV-nya.

2. Kue dan Pie

Ekstrak vanili atau rum bisa ditemukan dalam berbagai macam hidangan penutup, seperti kue dan pie. Biasanya tambahan bahan tersebut digunakan sebagai penguat aroma, pelembap tekstur, atau pelarut ekstra rasa.

Oleh karena itu, tidak mengherankan jika makanan manis ini mengandung alkohol. Meskipun hidangan dessert ini biasanya dipanggang, suhu panas hanya menghilangkan sekitar 60% kandungan alkoholnya. Namun, tidak perlu khawatir, jumlah ekstrak vanili yang digunakan dalam produk dessert ini tidak signifikan.

3. Roti

Roti terlihat seperti makanan yang aman. Namun, sebenarnya makanan ini mengandung sedikit alkohol karena proses fermentasi.

Roti umumnya dibuat menggunakan perpaduan bahan, seperti tepung terigu, air, ragi, garam, gula, lemak, susu bubuk, dan pengemulsi. Namun, dalam proses pembuatabnya, roti mengalami proses fermentasi ketika ditambah ragi.

Ragi merupakan mikroorganisme yang berperan dalam pengembangan roti. Ketika dicampur, udara masuk ke dalam adonan yang digunakan ragi untuk tumbuh. Mengakibatkan kondisi anaerob yang terjadi selama proses fermentasi.

Ketika kondisi air cukup dan ada makanan bagi yeast atau ragi, maka ragi tumbuh dengan mengubah gula menjadi gas karbondioksidan. Gas tersebut lalu ditahan oleh adonan, sehingga adonan mengembang.

Selain menghasilkan gas, proses fermentasi adonan roti juga menghasilkan alkohol dan asam-asam organik yang menyebabkan penurunan pH.

Di dalam roti, kurang lebih terdapat sebesar 1,18 - 1,28% ABV.

4. Buah dan jus buah

Jenis buah dan jus buah tertentu sebenarnya mengandung alkohol rata-rata dalam jumlah tinggi. Khususnya untuk buah, seperti jeruk, apel, dan anggur yang mengandung antara 0,04-0,5% ABV.

ABV berarti 'alcohol by volume' yang berarti kadar atau persentase alkohol murni (etanol) di dalam suatu volume cairan minuman beralkohol.

Buah-buahan ini mengandung alkohol karena terjadi proses fermentasi alami saat gula di dalam buah diubah oleh ragi atau bakteri. Selain itu, buah yang sangat matang atau lewat masak juga bisa menyebabkannya mengandung alkohol karena ragi dari udara mulai memecah gula tersebut.

Jus buah juga termasuk yang dapat mengandung alokohol karena proses fermentasi alami oleh mikroorganisme atau penggunaan bahan perasa tambahan yang memakai pelarut beralkohol dalam proses pembuatannya.

Buahan-buahan segar juga mengandung gula dan ragi liar. Jika kemasan tidak steril atau jika jus disimpan terlalu lama dan terkenal panas, ragi bisa memecah gula menjadi alkohol dan gas.

5. Sayuran fermentasi

Sayuran fermentasi, seperti sauerkraut dan kimchi mengandung sedikit alkohol. Presentase kadar alkohol dalam sayuran fermentasi sulit diukur karena ada beberapa aspek yang dapat mempengaruhi kadar tersebut, seperti penambahan bumbu dan pengolahan pasca-fermentasi.

Kandungan alkohol pada sayuran ini disebabkan karena mikroorganisme, seperti bakteri dan ragi yang mengubah gula alami di dalam sayuran menjadi alkohol, gas, dan asam.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Anak Bos Toko Roti yang Aniaya Pegawai Ditangkap!"
[Gambas:Video 20detik] (astj/astj)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads