Jubir Gerindra: Survei Jadi Bahan Evaluasi, Bukan Penentu Arah Kebijakan Pemerintah

Jubir Gerindra: Survei Jadi Bahan Evaluasi, Bukan Penentu Arah Kebijakan Pemerintah

Ahmad Arfah Fansuri Lubis - detikSumut
Jumat, 31 Jul 2026 14:09 WIB
Juru Bicara Partai Gerindra, Sugiat Santoso
Juru Bicara Partai Gerindra, Sugiat Santoso (Foto: Dok. Pribadi Sugiat Santoso)
Medan -

Juru Bicara Partai Gerindra, Sugiat Santoso, menegaskan hasil survei terbaru yang dirilis SMRC dan Indikator Politik Indonesia harus dipandang sebagai instrumen evaluasi. Hasil survei ini menurutnya bukan sebagai penentu arah kebijakan pemerintah.

Menurut Sugiat, naik-turunnya tingkat elektabilitas maupun kepuasan publik merupakan hal yang lumrah dalam sistem demokrasi, terlebih ketika pemerintah sedang menjalankan berbagai kebijakan strategis.

"Bagi Partai Gerindra, survei adalah instrumen evaluasi yang baik, tetapi bukan penentu arah kebijakan. Angka elektabilitas atau kepuasan publik itu sifatnya dinamis, naik turun di survei adalah hal yang lumrah dalam demokrasi," kata Sugiat dalam keterangannya, Jumat (31/7/2026) kepada detikcom.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menjelaskan dinamika hasil survei tidak bisa dilepaskan dari proses penataan dan transisi kebijakan besar yang tengah dilakukan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, pembenahan anggaran, stabilisasi harga, hingga persiapan berbagai program nasional memang dapat memunculkan respons publik yang beragam.

"Naik-turunnya angka survei adalah hal yang wajar dalam proses penataan dan transisi kebijakan besar. Ketika pemerintah sedang melakukan pembenahan mendasar, seperti penataan anggaran, stabilisasi harga, dan persiapan program skala nasional, reaksi publik memang bisa sangat dinamis," ujarnya.

ADVERTISEMENT

Sugiat juga mengingatkan bahwa masa pemerintahan Presiden Prabowo belum genap berjalan dua tahun. Ia menilai terlalu dini apabila perhatian publik hanya terfokus pada fluktuasi hasil survei.

"Kontestasi politik dan pemilu berikutnya masih sangat jauh. Pemerintahan juga belum genap berjalan 2 tahun. Pada 20 Oktober 2026 nanti baru 2 tahun. Sangat tidak bijak jika energi pemerintah dan perhatian publik habis disedot oleh polemik naik-turunnya angka survei di awal perjalanan. Sekarang adalah waktunya bekerja keras, bukan bertanding wacana," tuturnya.

Ia mengibaratkan pemerintahan saat ini sedang membangun fondasi yang kuat agar berbagai program dapat berjalan secara berkelanjutan.

"Ibarat membangun rumah yang kokoh, fondasinya harus kuat dulu. Pemerintah saat ini sedang menata fondasi tersebut. Kan butuh waktu. Begitu pelayanan publik bergerak dijalankan maksimal dan dampak positifnya makin masif, kepercayaan publik tentu akan berlipat ganda," katanya.

Sugiat menegaskan Partai Gerindra tidak panik menghadapi penurunan maupun dinamika hasil survei. Sebaliknya, survei dipandang sebagai masukan untuk mempercepat kinerja pemerintah.

"Partai Gerindra sama sekali tidak panik dengan penurunan atau dinamika angka survei. Justru angka-angka ini kami baca secara jernih sebagai alarm pengingat dan aspirasi jujur dari masyarakat yang harus direspons dengan percepatan kinerja, bukan dengan kegelisahan politik," ujarnya.

Menurutnya, fokus utama pemerintah saat ini adalah memenuhi kebutuhan masyarakat, mulai dari menjaga stabilitas harga bahan pokok, membuka lapangan pekerjaan, meningkatkan kualitas pendidikan, hingga memperluas akses pelayanan kesehatan.

"Yang rakyat butuhkan hari ini adalah harga kebutuhan pokok yang stabil, lapangan kerja yang terbuka luas, pendidikan berkualitas, dan pelayanan kesehatan yang makin terjangkau. Ke sinilah seluruh energi pemerintah difokuskan," katanya.

Sugiat optimistis tingkat kepuasan publik akan kembali meningkat seiring berbagai program strategis pemerintah mulai dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

"Kami sangat optimistis, seiring dengan makin matangnya eksekusi program strategis pemerintah dan manfaatnya mulai dirasakan langsung di dapur-dapur rumah tangga rakyat, angka kepuasan publik dan survei akan dengan sendirinya merangkak naik kembali," ucapnya.

Ia menambahkan pemerintah tetap berkomitmen menyelesaikan berbagai persoalan mendasar bangsa, termasuk melanjutkan program strategis nasional seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) serta penataan ekonomi.

"Pemerintahan Presiden Prabowo berkomitmen menyelesaikan persoalan mendasar bangsa, termasuk keberlanjutan program strategis nasional seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan penataan ekonomi. Kadang, kebijakan yang tepat untuk masa depan bangsa butuh proses dan tidak langsung populer seketika, namun harus berani diambil demi kemaslahatan rakyat," katanya.

Sugiat juga mengimbau seluruh pihak agar tidak menjadikan hasil survei sebagai alat untuk membangun opini politik jangka pendek yang dapat mengganggu fokus pemerintah.

"Kami imbau semua pihak agar bijak melihat survei. Jangan sampai survei dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu sebagai alat untuk mendegradasi fokus kerja pemerintah atau sekadar membingkai opini publik demi kepentingan politik jangka pendek," ujarnya.

Menurutnya, proses pembenahan anggaran, penguatan ketahanan pangan, pelaksanaan program MBG, hingga perbaikan tata kelola birokrasi kini telah memasuki tahap eksekusi yang semakin matang.

"Proses pembenahan, konsolidasi anggaran, dan penataan program-program unggulan, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), penguatan ketahanan pangan, dan perbaikan tata kelola birokrasi, kini sudah memasuki tahap eksekusi matang. Dalam beberapa bulan ke depan, dampak langsungnya akan dirasakan secara nyata oleh masyarakat hingga ke tingkat kepuasaan masyarakat meningkat kembali," katanya.

Sugiat menegaskan Presiden Prabowo beserta jajaran kabinet saat ini fokus menjalankan amanah rakyat.

"Bagi Presiden dan jajaran Kabinet, amanah sedang di pundak. Tugas kapten adalah memastikan kapal Indonesia menembus gelombang dan membawa seluruh rakyat sampai ke tujuan dengan selamat dan sejahtera," ujarnya.

Di sisi lain, Partai Gerindra akan terus mengawal jalannya pemerintahan agar birokrasi tetap berorientasi pada pelayanan publik.

"Partai Gerindra akan terus mengawal agar birokrasi tetap menjadi mesin pelayanan publik yang responsif, bukan mesin pencitraan. Kami menjadikan setiap hasil survei sebagai pengingat internal untuk terus meningkatkan kinerja, tanpa pernah kehilangan arah dari komitmen utama: bekerja sepenuhnya untuk rakyat," kata Sugiat.

Ia memastikan seluruh kader Partai Gerindra bersama partai-partai koalisi tetap berada dalam satu komando untuk mengawal pelaksanaan seluruh kebijakan Presiden.

"Seluruh kader Partai Gerindra dan partai koalisi berada dalam satu komando untuk memastikan kebijakan Presiden terealisasi tepat sasaran. Kami tidak hanya optimis di atas kertas, tetapi kami turun langsung ke lapangan mengawal instrumen pemerintah agar senyum rakyat kembali terpancar dan optimisme bangsa makin menguat," pungkasnya.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video Cerita Hasyim saat Gerindra Perjuangkan Disabilitas: Dulu Partai Remeh"
[Gambas:Video 20detik] (afb/afb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads