Salah satu cara sederhana untuk menjaga kesehatan jantung yakni dengan jalan kaki selama 30 menit. Namun, berdasarkan penelitian terbaru bahwa waktu dan durasi berjalan kaki juga mempunyai peran penting dalam memberikan manfaat bagi kesehatan.
Dokter selama ini menganjurkan agar tubuh sehat maka tetap aktif bergerak. Namun, tiga studi terpisah menimbulkan perdebatan di kalangan ahli jantung mengenai waktu dan durasi berjalan kaki yang paling optimal demi menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darah.
Jalan Pagi, Paling Ampuh Cegah Diabetes-Hipertensi
Dilansir detikHealth, studi yang dipimpin oleh Prem Patel dari UMass Chan Medical School melakukan pelacakan data aktivitas terhadap sekitar 14.500 orang selama setahun. Dan hasilnya menunjukkan adanya penurunan risiko penyakit arteri koroner atau pembuluh darah utama di jantung.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dikutip dari Times of India, peneliti melihat bahwa kondisi tersebut paling besar terjadi pada kelompok yang berolahraga di pagi hari, tepatnya pukul 07.00 hingga 08.00 pagi.
Berdasarkan hasil penelitian, orang-orang yang rutin jalan pagi tercatat alami penurunan risiko penyakit arteri koroner hingga 31 persen, risiko diabetes tipe 2 turun 30 persen, obesitas turun 35 persen, dan tekanan darah tinggi (hipertensi) berkurang 18 persen.
Dijelaskan pakar jantung dari Yale University, Dr Rachel Lampert, bahwa manfaat ini berkaitan erat dengan jam biologis tubuh atau ritme sirkadian. Menurutnya, sistem saraf memiliki ritme alami sepanjang hari, di mana hormon adrenalin mencapai puncaknya pada pagi hari.
Jalan Siang dan Malam, Turunkan Risiko Kematian
Meski jalan pagi disebut dapat mencegah penyakit arteri, ada temuan lain soal keunggulan jalan kaki di waktu berbeda. Berdasarkan studi tahun 2024 yang dipublikasikan dalam jurnal Diabetes Care terhadap hampir 30.000 orang dewasa dengan obesitas, menunjukkan hal berbeda.
Dokter spesialis jantung Vital Heart and Vein, Dr Patrick Kee kemudian menjelaskan hasilnya. Peserta yang aktif berolahraga di malam hari justru memiliki risiko kematian dan risiko penyakit jantung terendah, dibandingkan kelompok pagi maupun siang.
Di sisi lain, penelitian dalam Nature Communications yang melibatkan lebih dari 92.000 orang di Inggris menemukan hasil yang berbeda. Mereka mengatakan aktivitas fisik yang terkonsentrasi di siang hari (pukul 11.00-17.00), mencatatkan risiko kematian dari segala penyebab yang paling rendah.
Sekali Jalan 10 Menit Cukup Baik
selain soal jam, durasi sekali jalan kaki turut berpengaruh pada kesehatan sistem kardiovaskular. Peneliti dari University of Sydney dan Universidad Europea menemukan, bahwa jalan kaki tanpa terputus selama 10-15 menit dapat menekan risiko penyakit jantung hingga dua pertiga.
Bila dibandingkan dengan jalan kaki terputus-putus di bawah 5 menit, meskipun total langkah harian yang dihasilkan sama.
Penulis utama studi tersebut, Dr Borja del Pozo, menyarankan masyarakat untuk meluangkan waktu satu sesi jalan kaki tanpa jeda, daripada mencicilnya dalam durasi yang terlalu pendek.
Meski banyak perdebatan soal jadwal terbaik, Direktur Kardiologi Preventif dari Tulane University School of Medicine, Dr Keith Ferdinand, mengingatkan bahwa target utama yang paling penting adalah konsistensi fisik.
American Heart Association (AHA) tetap merekomendasikan aktivitas fisik tingkat sedang minimal 150 menit per minggu.
"Jalan kaki yang Anda lakukan secara konsisten setiap hari jauh lebih bermanfaat bagi jantung dibandingkan memilih waktu ideal tetapi hanya dilakukan sekali," tegas para peneliti.
Artikel ini telah tayang di detikHealth, baca selengkapnya di sini
