Kepergok Curi Sawit, Komplotan Pencuri Bacok Guru di Labuhanbatu

Mhd Ilham Pradila - detikSumut
Minggu, 31 Mei 2026 23:59 WIB
Foto: Pelaku saat melakukan aksi pencurian terekam korban (Fadli Haqqi Romadhona Ritonga/ Korban)
Labuhanbatu -

Seorang guru di Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara, menjadi korban pembacokan yang diduga dilakukan komplotan pencuri sawit. Peristiwa itu terjadi setelah korban memergoki tiga pria yang diduga mencuri buah sawit di kebun miliknya.

Korban, Fadli Haqqi Romadhona Ritonga (36), yang juga berprofesi sebagai guru di Kabupaten Labuhanbatu, mengatakan bahwa peristiwa tersebut terjadi pada Jumat (29/5/2026) sekitar pukul 06.00 WIB, di Dusun Tanjung Makmur, Desa Tanjung Harapan, Kecamatan Pangkatan, saat itu, ia sedang melakukan pengecekan di kebun sawit miliknya.

"Saya sedang memeriksa kondisi kebun kelapa sawit karena buah sawit di kebun tersebut sering dicuri," ujarnya, Minggu (31/5/2026).

Saat memasuki area perkebunan, korban berpapasan dengan tiga pria yang membawa buah sawit yang diduga berasal dari kebunnya. Ketiganya juga membawa senjata tajam. Korban kemudian menanyakan asal-usul buah sawit yang mereka bawa.

Ketiga terduga pelaku yang dikenali korban adalah Baharuddin Rambe alias Ucok, yang membawa parang panjang dan egrek pendek; Hasanuddin Rambe alias Hasan, yang membawa egrek serta Misriadi, yang membawa pipa besi.

"Saya bertanya kepada mereka mengenai asal buah sawit yang dibawa. Awalnya mereka mengaku bahwa sawit tersebut berasal dari lahan milik perusahaan. Namun, ketika saya berusaha memastikan asal-usul buah sawit itu, mereka tidak terima dan menjadi emosi," katanya.

Menurut korban, salah seorang pelaku, Baharuddin Rambe alias Ucok, langsung mengancam akan membunuhnya apabila tetap memeriksa asal buah sawit tersebut.

"Saya diancam, pelaku akan membunuh saya jika saya nekat ingin tahu asal usul buah sawit itu,"jelasnya.

Tidak lama kemudian, pelaku diduga langsung menyerang korban menggunakan senjata tajam. Korban secara refleks menangkis tebasan tersebut dengan tangan kirinya.

"Pelaku kemudian langsung mengayunkan senjata tajam ke arah tubuh saya," katanya.

Akibat serangan tersebut, korban mengalami luka bacok serius pada tangan kiri serta luka robek di sela jari kaki kiri.

Hingga akhirnya penganiayaan tersebut berhasil dihentikan setelah sejumlah warga serta petugas penjaga alat berat (beko) yang berada di sekitar lokasi datang melerai.

Korban mengatakan bahwa aktivitas para pelaku selama ini telah meresahkan masyarakat setempat karena kerap melakukan pencurian buah sawit milik warga.

"Komplotan ini sudah sangat meresahkan warga sekitar. Mereka sering mengambil buah sawit di kebun milik masyarakat tanpa pandang bulu. Bahkan, beberapa di antaranya diketahui sudah berulang kali masuk penjara," tegasnya.

Atas peristiwa tersebut, korban melaporkannya ke Polres Labuhanbatu untuk diproses sesuai hukum yang berlaku. Laporan korban tercatat dalam Surat Tanda Terima Laporan Polisi (STTLP) Nomor STTLP/B/777/V/2026/SPKT/POLRES LABUHANBATU/POLDA SUMATERA UTARA.

Dalam laporan tersebut disebutkan bahwa tindak pidana itu terjadi pada Jumat (29/5/2026) sekitar pukul 06.00 WIB.

Sementara, Kasat Reskrim Polres Labuhanbatu Akp M Jihad Fajar Balman mengatakan, pihaknya sudah menerima laporan tersebut.

"Sudah menerima laporan,"ucapnya kepada detikSumut.

Saat ini pihaknya sedang melakukan proses penyelidikan lebih lanjut terkait peristiwa tersebut dengan bukti bukti yang ada.

Ia mengatakan jika ada laporan dari masyarakat pihaknya langsung menindak lanjuti laporan tersebut sesuai hukum yang berlaku.



Simak Video "Video: Pegawai Toko Roti Tewas Dibacok di Jakbar gegara Senggolan Motor"

(nkm/nkm)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork