Konsumsi vitamin D secara rutin baik untuk kesehatan tubuh. Namun, harus diingat tidak boleh konsumsi vitamin D terlalu banyak.
Para ilmuwan menyebut konsumsi berlebihan justru bisa berbahaya, bahkan berisiko mengancam jiwa. Sebab vitamin yang dikenal sebagai 'vitamin sinar matahari' ini ternyata punya sisi gelap.
Sama seperti kekurangan vitamin D dapat menyebabkan bahaya kesehatan, kelebihan asupannya juga bisa memicu masalah serius.
Selama bertahun-tahun, para ilmuwan telah memperingatkan bahwa tidak semua orang perlu mengonsumsi suplemen vitamin D. Dalam kasus yang jarang terjadi, terutama pada anak-anak dan lansia, vitamin D dosis tinggi bisa bersifat toksik.
Seiring meningkatnya popularitas suplemen ini, pasien dan dokter diminta lebih waspada terhadap dosis serta efek sampingnya. Meski risikonya tergolong jarang, kasusnya disebut terus meningkat dan dalam kondisi terburuk bisa mengancam nyawa.
Kelebihan vitamin D dapat meningkatkan penyerapan kalsium dalam tubuh. Kondisi ini memicu hiperkalsemia, yaitu penumpukan kalsium berbahaya di arteri atau jaringan lunak.
Dampaknya ternyata tidak sepele. Hiperkalsemia dapat meningkatkan risiko batu ginjal, mengganggu metabolisme tulang, serta menimbulkan gejala seperti mual, muntah, sembelit, kelelahan, kelemahan otot, hingga nyeri tulang.
Sebagian besar pasien bisa pulih setelah konsumsi suplemen dihentikan dan mendapatkan terapi, seperti cairan infus atau obat penurun kadar kalsium. Tetapi, dalam kondisi langka jika tidak ditangani, kondisi ini dapat berujung pada gagal ginjal yang memerlukan hemodialisis, bahkan menyebabkan perdarahan usus fatal.
Tak hanya itu, sejumlah penelitian menunjukkan lansia dengan kadar vitamin D tinggi dalam darah berisiko lebih tinggi mengalami jatuh.
Dalam tinjauan tahun 2018, peneliti di AS memperingatkan adanya 'sikap terlalu percaya diri' terhadap keamanan vitamin D dosis tinggi. Hingga kini, ilmuwan juga belum sepakat soal batas pasti asupan yang tergolong berlebihan.
"Dikombinasikan dengan peningkatan dramatis minat terhadap vitamin D yang sebagian berasal dari buku-buku populer yang memuji manfaat vitamin D dosis tinggi, mungkin tidak mengherankan jika terjadi peningkatan jumlah kasus keracunan vitamin D," demikian kesimpulan para penulis tinjauan tersebut, dikutip detikHealth dari ScienceAlert.
Simak Video "MAMA Lime Green Day Fest 2026, Ajak Hidup Sehat Bareng di Surabaya"
(astj/astj)