3 Efek Samping Bila Mengkonsumsi Vitamin C Berlebih, Yuk Disimak!

3 Efek Samping Bila Mengkonsumsi Vitamin C Berlebih, Yuk Disimak!

Tim detikHealth - detikSumut
Minggu, 19 Apr 2026 06:00 WIB
3 Efek Samping Bila Mengkonsumsi Vitamin C Berlebih, Yuk Disimak!
Foto: Ilustrasi vitamin C. (Getty Images/AzmanJaka)
Jakarta -

Vitamin C merupakan salah satu nutrisi penting untuk menjaga daya tahan tubuh dan produksi kolagen. Namun, bila dikonsumsi secara berlebihan bisa menimbulkan efek samping pada tubuh.

Dilansir detikHealth, vitamin C secara umum memiliki toksisitas rendah. Artinya, bila kelebihan asupan jarang ditemukan sampai mengancam jiwa. Namun, jika dikonsumsi berlebihan secara terus-menerus, maka tetap perlu mewaspadai dampaknya.

Adapun efek samping yang paling sering muncul yakni gangguan pencernaan, seperti mual, diare, kembung, hingga kram perut. Selain itu, ada sejumlah risiko lain yang bisa terjadi:

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

1. Meningkatkan Penyerapan Zat Besi dari Makanan Nabati

Umumnya bagi orang sehat tidak menjadi masalah. Akan tetapi, pada orang dengan kondisi hemokromatosis atau kelebihan zat besi dalam tubuh, asupan vitamin C tinggi bisa memperburuk penumpukan zat besi dan memicu kerusakan jaringan.

ADVERTISEMENT

2. Peningkatan Risiko Batu Ginjal

Sebagian vitamin C akan dimetabolisme tubuh menjadi oksalat, senyawa yang berkaitan dengan pembentukan batu ginjal. Meski tidak selalu menyebabkan batu ginjal, risiko bisa meningkat jika konsumsi dosis tinggi dilakukan secara rutin.

3. Risiko Kerusakan Oksidatif

Sejumlah penelitian juga menyoroti konsumsi suplemen vitamin C dosis tinggi bisa berisiko mengakibatkan kerusakan oksidatif. Tetapi, temuan ini masih memerlukan penelitian lebih lanjut.

Kapan Konsumsi Vitamin C Dianggap Berlebihan?

Penting diketahui bahwa kbutuhan harian vitamin C untuk pria dewasa adalah 90 mg, sedangkan wanita 75 mg. Batas aman konsumsi vitamin C untuk orang dewasa mencapai 2.000 mg per hari.

Batas ini berbeda pada anak dan remaja, misalnya:

  • Remaja 14-18 tahun: 1.800 mg
  • Anak 9-13 tahun: 1.200 mg
  • Anak 4-8 tahun: 650 mg
  • Anak 1-3 tahun: 400 mg

Perbedaan besar antara kebutuhan harian dan batas atas ini membuat banyak orang bisa mengonsumsi vitamin C dalam jumlah cukup tinggi tanpa efek langsung. Sebab vitamin C merupakan vitamin larut air, sehingga kelebihan asupan akan dibuang melalui urine dan tidak disimpan dalam tubuh seperti vitamin larut lemak.

Namun demikian, efek samping tetap bisa muncul, salah satunya karena sifat asam vitamin C yang dapat mengiritasi saluran cerna. Untuk memenuhi kebutuhan harian, asupan vitamin C sebenarnya bisa didapat dari makanan seperti buah jeruk, paprika, brokoli, kubis Brussel, bayam, tomat, dan stroberi.

Ahli menyarankan untuk tidak sembarangan mengonsumsi suplemen dosis tinggi, terutama jika pola makan sudah seimbang. Selain berisiko mendekati batas aman, dosis tinggi juga tidak selalu memberi manfaat tambahan karena penyerapan vitamin C menurun pada dosis di atas 500 mg.

Jika ingin menambah asupan vitamin C, sebaiknya dimulai dari makanan alami dan konsultasikan penggunaan suplemen dengan tenaga medis.

Artikel ini telah tayang di detikHealth, baca selengkapnya di sini

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Masuk Usia 25+, Kenapa Kulit Mulai Berubah?"
[Gambas:Video 20detik]
(mjy/mjy)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads