Sering merasa cepat lelah, otot terasa nyeri, atau mudah terserang penyakit tanpa sebab yang jelas? Kondisi ini bisa menjadi sinyal bahwa tubuh mengalami kekurangan vitamin D.
Zat gizi ini memiliki peran penting dalam menjaga kekuatan tulang, kinerja otot, serta daya tahan tubuh. Namun, masih banyak orang yang belum menyadari betapa pentingnya mencukupi kebutuhan vitamin D setiap hari.
Tanda-tanda Tubuh Kekurangan Vitamin D
Terdapat sejumlah gejala yang dapat muncul ketika kadar vitamin D dalam tubuh rendah. Dikutip detikHealth dari Healthline, berikut beberapa di antaranya:
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1. Mudah Sakit atau Terinfeksi
Vitamin D berperan langsung dalam mendukung sel-sel imun yang bertugas melawan infeksi. Jika seseorang sering jatuh sakit, rendahnya kadar vitamin D bisa menjadi salah satu penyebab.
Berbagai penelitian menunjukkan kaitan antara kekurangan vitamin D dengan meningkatnya risiko infeksi saluran pernapasan seperti flu, bronkitis, hingga pneumonia. Ulasan tahun 2020 juga mengaitkan defisiensi vitamin D dengan beberapa penyakit virus, antara lain hepatitis, influenza, COVID-19, dan AIDS.
2. Mudah Merasa Lelah
Sejumlah studi menemukan bahwa kekurangan vitamin D dapat memicu kelelahan. Penelitian tahun 2019 terhadap 480 lansia menunjukkan hubungan antara rendahnya vitamin D dengan munculnya gejala lelah.
Sementara itu, riset pada anak-anak menemukan bahwa kadar vitamin D yang rendah berkaitan dengan kualitas tidur yang buruk, durasi tidur yang lebih singkat, dan jam tidur yang lebih larut, yang pada akhirnya meningkatkan rasa lelah. Beberapa penelitian juga menyebutkan bahwa suplementasi vitamin D dapat membantu mengurangi kelelahan pada individu yang mengalami kekurangan.
3. Nyeri Tulang dan Punggung
Vitamin D membantu tubuh menyerap kalsium sehingga sangat penting bagi kesehatan tulang. Kekurangan vitamin D dapat memicu nyeri tulang maupun nyeri punggung bagian bawah.
Ulasan penelitian tahun 2018 dari 81 studi menunjukkan bahwa individu dengan radang sendi, nyeri otot, dan nyeri kronis cenderung memiliki kadar vitamin D yang lebih rendah dibandingkan mereka yang tidak mengalami kondisi tersebut.
4. Kecemasan dan Depresi
Rendahnya kadar vitamin D juga dikaitkan dengan gangguan suasana hati seperti kecemasan dan depresi, terutama pada kelompok lansia. Meski demikian, hasil penelitian masih beragam dan diperlukan kajian lanjutan.
Efektivitas suplemen vitamin D pun bervariasi, namun beberapa ulasan menyebutkan suplemen ini berpotensi membantu meringankan gejala depresi.
5. Luka Sulit Sembuh
Proses penyembuhan luka yang berjalan lambat, baik akibat cedera maupun pascaoperasi, dapat menjadi tanda kekurangan vitamin D. Ulasan tahun 2019 menunjukkan bahwa defisiensi vitamin D dapat mengganggu berbagai tahap penyembuhan luka, termasuk pada pasien operasi gigi.
Vitamin D diketahui berperan dalam pembentukan jaringan kulit baru, mengontrol peradangan, serta membantu tubuh melawan infeksi, sehingga penting untuk pemulihan luka yang optimal.
(nkm/nkm)











































