Salat menjadi momen sakral seorang hamba untuk berhubungan secara langsung dengan Sang Pencipta, tanpa perantara apa pun. Setiap muslim setidaknya lima kali dalam sehari semalam diberi kesempatan untuk "bertemu" dengan Allah melalui Salat wajib.
Salat, sebagai ibadah yang mulia, harus dilakukan dengan niat yang benar serta tata cara dan gerakan yang sesuai tuntunan. Untuk itu penting menghindari hal-hal yang dilarang dan dapat membatalkan Salat agar ibadah yang dikerjakan sah, khusyuk, dan bernilai di sisi Allah SWT.
Hal-hal yang Dilarang Dilakukan saat Salat
Saat menjalankan salat, terdapat beberapa hal yang tidak boleh dilakukan karena dapat membatalkan ibadah yang sedang dikerjakan. Berikut adalah sederet hal yang dilarang dilakukan dalam salat, dilansir detikHikmah dari dari Fiqh Bersuci dan Sholat Sesuai Tuntunan Nabi karya Abu Utsman Kharisman.
1. Membatalkan Wudhu atau Hadas
Salat tidak boleh dilanjutkan apabila wudu batal atau terjadi hadas, baik hadas kecil maupun hadas besar. Sebab salat tidak sah tanpa kesucian. Kesucian dari hadas merupakan syarat utama sahnya Salat yang tidak boleh diabaikan dalam kondisi apa pun.
Berikut beberapa contoh hadas kecil yang membatalkan wudu antara lain buang angin (kentut), buang air kecil atau besar, tidur nyenyak hingga hilang kesadaran, serta hilang akal karena mabuk, pingsan, atau gila. Jika saat salat salah satu dari hal tersebut terjadi, maka otomatis salatnya batal dan wajib diulangi setelah berwudu kembali.
2. Berpaling dari Arah Kiblat
Salah satu syarat sah salat adalah menghadap kiblat. Apabila seseorang dengan sengaja memalingkan diri dari arah kiblat saat salat tanpa adanya alasan yang dibenarkan, maka salat tersebut dinyatakan batal.
Hal ini ditegaskan oleh Allah SWT dalam Surah Al-Baqarah ayat 144, yang memerintahkan kaum muslimin untuk menghadapkan wajah ke arah Masjidil Haram ketika melaksanakan Salat.
قَدْ نَرَىٰ تَقَلُّبَ وَجْهِكَ فِى ٱلسَّمَآءِ ۖ فَلَنُوَلِّيَنَّكَ قِبْلَةً تَرْضَىٰهَا ۚ فَوَلِّ وَجْهَكَ شَطْرَ ٱلْمَسْجِدِ ٱلْحَرَامِ ۚ وَحَيْثُ مَا كُنتُمْ فَوَلُّوا۟ وُجُوهَكُمْ شَطْرَهُۥ ۗ وَإِنَّ ٱلَّذِينَ أُوتُوا۟ ٱلْكِتَٰبَ لَيَعْلَمُونَ أَنَّهُ ٱلْحَقُّ مِن رَّبِّهِمْ ۗ وَمَا ٱللَّهُ بِغَٰفِلٍ عَمَّا يَعْمَلُونَ
Artinya: Sungguh Kami (sering) melihat mukamu menengadah ke langit, maka sungguh Kami akan memalingkan kamu ke kiblat yang kamu sukai. Palingkanlah mukamu ke arah Masjidil Haram. Dan dimana saja kamu berada, palingkanlah mukamu ke arahnya. Dan sesungguhnya orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang diberi Al Kitab (Taurat dan Injil) memang mengetahui, bahwa berpaling ke Masjidil Haram itu adalah benar dari Tuhannya; dan Allah sekali-kali tidak lengah dari apa yang mereka kerjakan.
Simak Video "Video: Dakwah Pop Culture Lewat "Panduan Salat Anak Skena" "
(mjy/mjy)