Kabut Asap Selimuti Batam, Kualitas Udara Masuk Kategori Tidak Sehat

Kepulauan Riau

Kabut Asap Selimuti Batam, Kualitas Udara Masuk Kategori Tidak Sehat

Alamudin Hamapu - detikSumut
Selasa, 15 Sep 2026 12:20 WIB
Kabut asap menyelimuti wilayah Batam, Kepulauan Riau, Selasa (15/9/2026).
Foto: Kabut asap menyelimuti wilayah Batam, Kepulauan Riau, Selasa (15/9/2026). (Alamudin Hamapu/detikSumut)
Batam -

Kabut asap masih menyelimuti sejumlah wilayah di Batam, Kepulauan Riau (Kepri), Selasa (15/9/2026) pagi. Kondisi tersebut turut membuat kualitas udara di Batam berada dalam kategori tidak sehat.

Forecaster BMKG Hang Nadim Batam, Ibnu Susilo, mengatakan berdasarkan pemantauan pagi ini, konsentrasi PM2.5 di Batam mencapai 66,6 mikrogram per meter kubik dengan Ketegori tidak sehat.

"66,6 mikrogram per meter kubik di Batam, kategori tidak sehat," kata Ibnu saat dikonfirmasi, Selasa (15/9/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ibnu menyebut kondisi kabut asap di Batam masih terlihat pada pagi hari hingga saat ini.

"Masih berkabut asap," ujarnya.

ADVERTISEMENT

Kabut asap juga terpantau di sekitar Bandara Internasional Hang Nadim Batam. Berdasarkan pemantauan BMKG, jarak pandang atau visibility di kawasan bandara berada pada kisaran 4.000 hingga 5.000 meter.

"Visibility (jarak pandang) di sekitar bandara 4.000-5.000 meter," jelasnya.

Dari peta sebaran titik panas yang dibagikan BMKG, terlihat adanya titik panas di wilayah Lingga dan sejumlah wilayah di Sumatera bagian selatan.

Keberadaan titik panas tersebut menjadi salah satu hal yang dipantau BMKG dalam melihat potensi sumber asap. Pergerakan asap menuju Batam juga dipengaruhi kondisi atmosfer dan arah angin.

"Berdasarkan citra satelit hotspot, di wilayah Lingga dan Sumatera bagian Selatan terdapat hotspot. Sehingga arah angin yang berhembus dari arah Tenggara mendukung sebaran asap hingga ke Pulau Batam," ujarnya

BMKG mengimbau masyarakat membatasi kegiatan di luar ruangan dalam kondisi udara yang kurang sehat. Masyarakat juga diminta menggunakan masker ketika beraktivitas di luar rumah.

Selain itu, masyarakat diimbau rutin memeriksa kondisi kesehatan dan segera mencari pertolongan medis apabila mengalami gangguan pernapasan. Menjaga pola hidup sehat serta mencukupi kebutuhan air juga penting untuk mencegah dehidrasi.

"Jarak pandang yang terbatas akibat asap pekat dapat meningkatkan risiko kecelakaan. Perkuat kewaspadaan dan kurangi kecepatan berkendara," pungkasnya.



(mjy/mjy)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads