Perbedaan Gejala Serangan Jantung dan GERD, Serupa tapi Tak Sama

Devandra Abi Prasetyo - detikSumut
Selasa, 27 Jan 2026 07:01 WIB
Ilustrasi Serangan Jantung (Foto: Freepik)
Medan -

Baru-baru ini, jagat media sosial diramaikan oleh diskusi mengenai hubungan antara serangan jantung dan Gastroesophageal Reflux Disease (GERD). Perdebatan netizen berfokus pada apakah kedua penyakit ini saling berkaitan atau merupakan kondisi yang sepenuhnya berbeda.

Kemiripan gejala, terutama nyeri dada, memang sering kali memicu kebingungan di masyarakat. Serangan jantung terjadi akibat adanya gangguan pada pembuluh darah di bagian bawah jantung, yang sering kali menimbulkan sensasi nyeri di ulu hati sehingga disalahartikan sebagai gangguan lambung.

"Memang bisa mirip dan justru itu yang sering bikin orang keliru," kata spesialis jantung dan pembuluh darah dr Vito Damay, SpJP(K), FIHA, FICA melansir detikHealth, Minggu (25/1/2026).

Perbedaan Gejala: GERD vs. Serangan Jantung

Untuk membedakannya, kita perlu memperhatikan karakteristik rasa sakit yang muncul:

  • Gejala GERD: Umumnya ditandai dengan sensasi terbakar dari dada hingga leher (heartburn) atau perih di ulu hati. Keluhan ini biasanya memburuk saat berbaring atau di malam hari, serta sering disertai mual, rasa asam di mulut, dan sesak napas mendadak.
  • Gejala Serangan Jantung: Meskipun sama-sama menimbulkan rasa panas, intensitasnya biasanya jauh lebih berat. Pasien akan merasakan tekanan hebat dan rasa tidak nyaman di area dada.

Dr. Vito menekankan adanya tanda fisik spesifik yang membedakan keduanya.

"Walaupun pada serangan jantung bisa ada ada nyeri ulu hati dan mual, ciri lain yang berbeda dibandingkan GERD yaitu disertai keringat dingin. Hal lain yang lebih mengarah ke serangan jantung ada kadang menjalar ke lengan, leher, atau punggung," ungkap dr Vito.

Ketidaktahuan akan perbedaan ini sangat berisiko, karena banyak orang yang tidak menyadari bahwa mereka sedang mengalami kondisi darurat jantung.

"Serangan jantung tidak selalu terasa sebagai nyeri dada, tapi mirip seperti 'GERD' atau nyeri ulu hati. Hal ini membuat serangan jantung sering terlewat pada situasi seperti ini," tandasnya.



Simak Video "Video: dr. Dhika Raspati Ungkap Bahaya Cardiac Arrest bagi Pelari Trail"

(afb/afb)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork