Benarkah GERD Bisa Sebabkan Serangan Jantung? Cek Faktanya!

Benarkah GERD Bisa Sebabkan Serangan Jantung? Cek Faktanya!

Arum Sekar Pertiwi - detikJogja
Kamis, 29 Jan 2026 09:48 WIB
5 Tips Puasa untuk Penderita Maag dan GERD agar Nyaman Beribadah
Ilustrasi GERD. Foto: Getty Images/iStockphoto/Saran Hansakul
Jogja -

Di dalam lambung, terdapat cairan asam yang berperan dalam proses pencernaan manusia. Dalam beberapa situasi, asam lambung ini dapat naik ke kerongkongan hingga menyebabkan rasa nyeri. Kondisi ini dikenal sebagai penyakit GERD.

Berdasarkan laman National Library of Medicine, Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) merupakan penyakit kronis yang terjadi saat asam lambung naik ke kerongkongan atau lebih jauh lagi, seperti ke rongga mulut, laring, atau paru-paru yang mengakibatkan esofagitis dan peradangan pada permukaan mukosa terdampak. Penderita GERD dapat mengalami gejala rasa terbakar di dada (heartburn) dan nyeri dada yang mirip dengan nyeri jantung.

Jika GERD bisa sebabkan nyeri dada, lantas apakah penyakit ini berhubungan dengan serangan jantung? Simak penjelasan tentang fakta GERD dan hubungannya dengan serangan jantung berikut ini!

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Cek Fakta GERD dan Serangan Jantung

Hubungan antara GERD dan serangan jantung salah satunya disebutkan dalam artikel yang dipublikasikan tahun 2025 di Journal of Gastroenterology and Hepatology. Meta analisis yang dilakukan terhadap 6 studi menunjukkan bahwa pasien dengan GERD memiliki peningkatan risiko serangan jantung sebesar 27% dibandingkan pasien tanpa GERD. Meski demikian, bukan berarti GERD menjadi penyebab langsung serangan jantung.

Asosiasi antara GERD dengan penyakit jantung bisa didasari oleh beberapa hal. Pertama, GERD dan penyakit jantung koroner memiliki banyak faktor risiko yang sama, seperti jenis kelamin laki-laki, konsumsi alkohol, merokok, dan lain-lain. Kedua, penderita GERD mungkin memiliki penyakit jantung koroner yang belum terdiagnosis.

ADVERTISEMENT

Selain itu, peradangan akibat GERD kemungkinan berkontribusi terhadap terjadinya penyakit jantung koroner. Penelitian sebelumnya juga mengaitkan pengobatan GERD bernama Proton Pump Inhibitors (PPIs) dengan peningkatan risiko serangan jantung.

Meski demikian, peneliti menggarisbawahi beberapa implikasi dan limitasi dari penelitian ini. Misalnya, gejala GERD dan serangan jantung yang mirip bisa mengakibatkan kesalahan diagnosis. Asosiasi antara PPIs dengan risiko penyakit jantung secara keseluruhan juga belum pasti. Artinya, masih diperlukan studi lanjutan untuk meneliti kaitan antara GERD dengan penyakit jantung.

Peneliti menegaskan bahwa studi yang dilakukan memang menggunakan ukuran sampel yang besar, tetapi masih belum jelas apakah keenam studi tersebut mengontrol komorbiditas umum yang terjadi pada GERD dan serangan jantung secara memadai. Selain itu, tidak ada standar kriteria diagnosis GERD dan serangan jantung, sehingga dapat mengurangi keakuratan diagnosis.

Hal tersebut menunjukkan bahwa keenam studi ini belum dapat membuktikan apakah GERD menjadi penyebab langsung serangan jantung.

Demikian penjelasan tentang fakta GERD dan serangan jantung. Semoga bermanfaat, ya!

Artikel ini ditulis oleh Arum Sekar Pertiwi peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di detikcom




(par/afn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads