Santri di Muaro Jambi Diduga Dianiaya Oknum Guru, Keluarga Lapor Polisi

Jambi

Santri di Muaro Jambi Diduga Dianiaya Oknum Guru, Keluarga Lapor Polisi

Dimas Sanjaya, Ferdi Almunandar - detikSumbagsel
Senin, 12 Okt 2026 18:00 WIB
Poster
Ilustrasi penganaiayaan (Foto: Edi Wahyono)
Muaro Jambi -

Santri berusia 14 tahun di Muaro Jambi, Jambi, berinisial MP diduga menjadi korban kekerasan oleh oknum gurunya. Kasus tersebut sudah dilaporkan orang tua korban ke polisi.

Dugaan penganiayaan itu terjadi di lingkungan asrama salah satu pondok pesantren di Desa Bukit Baling, Kecamatan Sekernan, Kabupaten Muaro Jambi, Rabu (7/10) siang.

Ibu korban berinisial IW mengatakan laporan tersebut ditempuh setelah dirinya mengetahui kondisi anaknya yang mengalami pembengkakan dan memar pada mata kiri. Dia menyebut, saat itu anaknya juga mengaku sempat kehilangan kesadaran setelah dugaan kekerasan terjadi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ya, saya sudah melaporkan oknum guru yang diduga menganiaya anak saya ke Polda Jambi," katanya kepada wartawan, Senin (12/10/2026).

Laporan polisi itu dibuat oleh ibu korban berinisial IW pada Sabtu (10/10). Perkara tersebut tercatat dengan nomor LP/B/361/X/2026/SPKT/Polda Jambi.

ADVERTISEMENT

IW mengaku bahwa anaknya MP sempat pingsan dan baru menyadari adanya pembengkakan pada mata kirinya setelah sadar.

"Anak saya ini sempat tidak sadarkan diri setelah dianiaya oleh guru pengajarnya di Pesantren itu. Saat bangun, anak saya merasakan bengkak di bagian mata sebelah kiri," ujarnya.

IW juga menyebut setelah kejadian, terduga pelaku sempat membawa anaknya MP keluar dari lingkungan pesantren menuju Kota Jambi dengan alasan hendak mengobati. Akan tetapi, menurut keterangan anaknya, MP tidak kunjung mendapatkan perawatan medis dan kembali ke pesantren sekitar pukul 19.30 WIB.

Pada malam harinya, kata IW, anaknya MP disebut dibawa ke rumah seorang warga di sekitar pesantren. Dia juga mendapat informasi bahwa saat itu bagian mata anaknya hanya diolesi madu.

Kecurigaan semakin besar ketika MP tidak terlihat saat sejumlah santri menghadiri acara doa bersama di rumah IW pada waktu magrib. IW kemudian meminta anak perempuannya, S, bersama menantunya mencari korban di lingkungan pesantren. Namun, anaknya itu tidak ditemukan.

IW mengaku keluarga tidak memperoleh informasi mengenai kondisi anaknya selama beberapa hari setelah kejadian. Menurut keluarga, korban juga belum diizinkan pulang hingga kondisi matanya membaik.

Kondisi MP baru diketahui keluarga pada Sabtu (10/10) siang setelah mendapat informasi dari pengelola kantin pesantren. Anaknya MP kemudian pulang ke rumah dengan diantar seorang teman dengan alasan hendak berobat.

Setelah mengetahui kondisi korban, IW mengatakan jika pihak keluarganya membawa MP itu ke rumah sakit untuk menjalani pemeriksaan medis dan visum et repertum. Hasil pemeriksaan tersebut diharapkan dapat membantu proses penyelidikan kepolisian.

IW meminta aparat kepolisian menangani laporan tersebut secara serius. Dia berharap dugaan kekerasan terhadap anaknya dapat diusut sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

"Tolong Pak Kapolda Jambi, usut kasus ini dan tindak tegas pihak yang terbukti melakukan penganiayaan terhadap anak saya," ujarnya.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Jambi, Kombes Erlan Munaji membenarkan adanya laporan tersebut. Dia mengatakan bahwa saat ini, laporan tersebut sudah diterima.

"Ya benar, ada nya laporan terkait itu (dugaan penganiayaan)," kata Erlan.

Erlan juga menyebut dalam setiap laporan yang diterima Polda Jambi tentunya dapat dipastikan setiap laporan yang masuk akan ditindaklanjuti. Selanjutnya, penanganan laporan polisi (LP) akan diserahkan kepada penyidik yang berwenang.

"Tentunya setiap laporan pasti akan ditindaklanjuti ya. Selanjutnya, kita tunggu penyidik yang menangani laporan polisi tersebut," ujarnya.



(csb/csb)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads