Aksi dugaan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) di Kota Jambi, Jambi, viral di media sosial. Dalam postingan yang beredar, seorang suami diduga melakukan penganiayaan kepada istri dan pengancaman terhadap dua anak laki-lakinya.
Dalam video yang diunggah akun Instagran @amy.auditha, memperlihatkan rekaman CCTV dugaan KDRT di dalam rumah korban. Video tersebut menampilkan sang suami mengambil gunting dan berupaya mengejar istrinya.
Namun, saat kejadian itu, dua putranya mencoba membantu ibunya dengan melempar benda ke arah ayahnya. Selanjutnya, sang ayah mengejar anak tersebut yang berlari ketakutan meminta tolong ke luar rumahnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Inalilahi telah terjadi KDRT yang dilakukan suami kakak saya. Percobaan pembunuhan dengan gunting & menginjak-injak tubuh kakak saya. Lalu melontarkan kata-kata tidak pantas ke anak. Mengancam dan mengejar 2 ponakan saya yang ketakutan," tulis caption postingan tersebut, dikutip Rabu (7/10/2026).
Informasi yang berhasil dihimpun, dugaan KDRT itu terjadi rumah keduanya di Jala Abd Chatab, Pasir Putih, Kecamatan Jambi Selatan, Kota Jambi. Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu (4/10/2026) sekira pukul 15.00 WIB.
Kasus tersebut sudah dilaporkan ke Polresta Jambi. Kapolresta Jambi Kombes Ananto Herlambang membenarkan adanya laporan dugaan KDRT tersebut.
"Iya betul sudah ditangani Reskrim dan akan ditangkap pelakunya mohon waktu ya," kata Ananto kepada detikSumbagsel, Rabu.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Jambi Kompol Husni Abda menambahkan bahwa pada hari kejadian pihaknya mendapat laporan korban melalui call center 110. Saat di TKP, sang suami atau terduga pelaku sudah tak berada di rumah.
"Pada saat hari kejadian pelapor (korban) menghubungi 110, tim Pamapta langsung turun ke TKP namun pelaku tidak berada di tempat, kemudian korban diarahkan oleh Pamapta ke rumah sakit untuk visum dan membuat laporan resmi di Polresta," ujarnya.
Husni menegaskan bahwa pihaknya tengah melakukan pencarian terhadap pelaku dugaan KDRT tersebut.
"Saat ini tim lapangan kami sedang melakukan pencarian terhadap pelakunya," pungkasnya.
