Kakek di Lampung Barat Bacok Pria hingga Tewas, Diduga karena Utang

Lampung

Kakek di Lampung Barat Bacok Pria hingga Tewas, Diduga karena Utang

Tommy Saputra - detikSumbagsel
Rabu, 07 Okt 2026 16:20 WIB
Korban yang dibacok kakek di Lampung Barat
Foto: Korban yang dibacok kakek di Lampung Barat (Dok. Polres Lampung Barat)
Lampung Barat -

Seorang pria tewas dibacok saat menagih cicilan di rumah warga di Kabupaten Lampung Barat. Korban dibacok dua kali menggunakan golok hingga meninggal dunia.

Peristiwa pembunuhan itu terjadi pada Selasa (6/10/2026) malam pukul 20.00 WIB di Pekon Sukaraja, Kecamatan Way Tenong. Pelaku pembunuhan tersebut adalah pemilik rumah bernama Husni Tamrin (63).

Dalam foto yang diterima detikSumbagsel, tubuh korban terlihat terbujur kaku di halaman rumah pelaku dengan bersimbah darah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kasatreskrim Polres Lampung Barat Iptu Rudy Prawira mengatakan pelaku telah menyerahkan diri usai melakukan penganiayaan tersebut.

"Benar, terjadi penganiayaan yang menyebabkan korban meninggal dunia tadi malam. Korban meninggal dunia dengan luka bacokan senjata tajam," katanya, Rabu (7/10/2026).

ADVERTISEMENT

"Untuk pelaku, pascaperistiwa tersebut langsung menyerahkan diri. Saat ini masih di dalam pemeriksaan," lanjutnya.

Adapun identitas korban bernama Surya Zainal (54) warga Kelurahan Surabaya, Kecamatan Kedaton, Kota Bandar Lampung. Jenazah korban saat ini berada di rumah sakit untuk proses autopsi.

Dari hasil pemeriksaan awal, kata dia, motif diduga karena masalah utang-piutang. Namun pihaknya masih melakukan pemeriksaan

"Jadi berdasarkan hasil penyelidikan bahwa peristiwa itu didasari hutang piutang. Jadi korban ini datang untuk menagih utang kreditan terhadap istri pelaku," katanya.

Keduanya. kata Rudy, sempat terlibat perdebatan sebelum akhirnya pelaku mengambil senjata tajam dan menyerang korban hingga tewas.

"Korban diserang menggunakan senjata tajam pada bagian leher dan dada hingga akhirnya meninggal dunia," ungkapnya.

Terkait besaran hutangnya, Rudy belum bisa menjelaskan karena pelaku masih dalam pemeriksaan.

"Belum, masih belum diakui berapa besarannya. Masih dalam pemeriksaan," ujarnya.



(dai/dai)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads