Pelajar SMK Ditemukan Tewas di Kamar Kos Lubuklinggau

Sumatera Selatan

Pelajar SMK Ditemukan Tewas di Kamar Kos Lubuklinggau

M Rizky Pratama - detikSumbagsel
Minggu, 20 Sep 2026 12:30 WIB
Pelajar SMK di Lubuklinggau ditemukan meninggal di dalam kosan
Foto: Pelajar SMK di Lubuklinggau ditemukan meninggal di dalam kosan (Dok. Polres Lubuklinggau)
Lubuklinggau -

Warga Kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan, dihebohkan dengan seorang pelajar SMK bernama M Aditya Saputra (16) yang ditemukan meninggal dunia di kamar kosnya. Diduga korban meninggal dunia karena penyakit maag.

Korban ditemukan meninggal di dalam kamar kosnya yang berada di Kelurahan Majapahit, Kecamatan Lubuklinggau Timur I, Lubuklinggau, Sumatera Selatan, pada Sabtu (19/9/2026) sekitar pukul 19.00 WIB.

Diketahui korban merupakan pelajar kelas XI jurusan otomotif dan berasal dari Kelurahan Muara Kulam, Kecamatan Ulu Rawas, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kanit Reskrim Polsek Lubuklinggau Timur Ipda Juari mengatakan awalnya sepupu korban datang ke kos untuk mengecek kondisi korban karena sebelumnya korban sempat mengabari keluarganya bahwa dirinya sedang sakit.

"Sepupunya datang dari Muara Kulam untuk mengecek kondisi korban. Saat sampai di kos, pintu kamar korban dalam keadaan terkunci," katanya, Minggu (20/9/2026).

ADVERTISEMENT

Juari mengatakan sepupu korban kemudian meminta bantuan warga sekitar untuk membuka paksa pintu kamar. Setelah pintu terbuka, korban ditemukan dalam kondisi tergeletak dan sudah tidak bernyawa.

"Setelah melihat korban, sepupunya kemudian menghubungi pihak kepolisian sehingga kami bersama Tim Inafis Polres Lubuklinggau langsung mendatangi TKP untuk melakukan proses evakuasi," jelasnya.

Petugas kemudian mengevakuasi korban dan membawanya ke RS Siti Aisyah Lubuklinggau untuk dilakukan pemeriksaan visum. Juari mengatakan korban diduga meninggal dunia karena penyakit yang dideritanya.

"Korban disebut memiliki riwayat sakit maag dan sebelumnya juga sempat mengalami tipes," ungkapnya.

Juari mengatakan pihak keluarga menolak dilakukan autopsi terhadap jenazah dan menerima kejadian tersebut sebagai musibah.

"Setelah itu pihak keluarga langsung membawa jenazah korban ke Muara Kulam untuk dimakamkan," tuturnya.



(dai/dai)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads