Heboh Pemobil Diduga Diserang Sekelompok Pemalak di Sarolangun, Polisi Selidiki

Jambi

Heboh Pemobil Diduga Diserang Sekelompok Pemalak di Sarolangun, Polisi Selidiki

Dimas Sanjaya - detikSumbagsel
Senin, 14 Sep 2026 20:40 WIB
Heboh pria diserang sekelompok diduga pemalak di Sarolangun, Jambi
Heboh pria diserang sekelompok diduga pemalak di Sarolangun, Jambi (Foto: Istimewa)
Jambi -

Sekelompok warga diduga menyerang pengendara mobil hingga memecahkan kaca di Sarolangun, Jambi, viral di media sosial. Sekelompok warga tersebut diduga melakukan aksi pemalakan. Polisi tengah menyelidiki kasus tersebut.

Dalam video yang beredar di media sosial, tampak seorang pria memukul kaca korban yang mereka dari dalam mobil. Dalam video tersebut tampak kaca depan mobil telah pecah diduga akibat dipukul para sekelompok warga tersebut.

"Ini preman Pelalawan (Pelawan) yang nyergap kami di jalan, dan ingin memeras kami sebanyak Rp 4 juta. Mereka berombongan," kata pria dalam suara di video tersebut dikutip Senin (14/9/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kapolres Sarolangun AKBP Wendi Oktariansyah mengatakan bahwa kejadian tersebut terjadi di Jalan Pemangku Sentap Kompi, Kecamatan Pelawan, Kabupaten Sarolangun, pada Sabtu, 30 Mei 2026. Saat ini, lanjutnya, perkara tersebut sedang ditangani pihaknya.

"Perkara ini sedang ditangani Satreskrim Polres Sarolangun. Dari proses penyelidikan telah dinaikkan ke tahap penyidikan," katanya dari keterangan yang diterima detikSumbagsel, Senin.

ADVERTISEMENT

Berdasarkan laporan yang diterima kepolisian, korban mengaku didatangi sejumlah orang yang kemudian melakukan intimidasi serta pengrusakan terhadap kaca mobil korban.

Dalam proses penyidikan, penyidik telah memeriksa 6 orang saksi guna mendalami rangkaian kejadian serta mengumpulkan alat bukti yang berkaitan dengan perkara tersebut.

Selanjutnya, penyidik akan melakukan gelar perkara untuk menentukan langkah hukum berikutnya berdasarkan hasil pemeriksaan saksi, keterangan ahli serta alat bukti yang telah dikumpulkan.

"Penyidik juga telah memeriksa saksi-saksi, selanjutnya akan dilakukan gelar perkara untuk menentukan langkah hukum berikutnya," ujar Wendi.

Dari kejadian tersebut, Wendi mengimbau masyarakat yang mengetahui atau mengalami kejadian yang membutuhkan kehadiran kepolisian agar segera menghubungi Layanan Polisi 110.



(csb/csb)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads