Dua Kabupaten di Lampung Terdampak Abu Vulkanik

Lampung

Dua Kabupaten di Lampung Terdampak Abu Vulkanik

Tommy Saputra - detikSumbagsel
Sabtu, 05 Sep 2026 17:20 WIB
Gunung Anak Krakatau erupsi
Foto: Gunung Anak Krakatau erupsi (Dok. PVMBG)
Lampung Selatan -

Erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) di perairan Lampung Selatan mulai berdampak ke wilayah lainnya di Provinsi Lampung. Hujan abu vulkanik dilaporkan terjadi di Kabupaten Tanggamus dan Pesisir Barat pada Sabtu (5/9/2026).

Di Kabupaten Pesisir Barat, abu berwarna kehitaman dilaporkan terlihat di sejumlah wilayah, antara lain Kecamatan Ngambur, Pesisir Tengah, Bengkunat hingga Penengahan. Abu bahkan ditemukan di lantai rumah warga.

Salah satu warga, Ngambur mengatakan abu mulai dirasakan sejak pagi. Kondisi tersebut membuat warga memilih mengurangi aktivitas di luar rumah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Abu vulkanik banyak sekali di lantai rumah saya," kata warga.

Kondisi serupa dilaporkan warga Kecamatan Bengkunat. Warga melihat suasana di sekitar pantai berubah seperti berkabut akibat debu yang berada di udara.

ADVERTISEMENT

"Serem juga lihat laut, angin kencang dicampur kabut bercampur debu," ujar Siti Umiyati.

Menurutnya, kondisi tersebut juga mengganggu jarak pandang pengendara yang melintas. Sejumlah orang tua memilih meminta anak-anak tetap berada di dalam rumah karena khawatir terdampak abu.

"Anak saya suruh di dalam karena mulai batuk-batuk," katanya.

Warga Pesisir Tengah, Dongah Beni, juga melaporkan adanya abu di udara. Sejumlah anak disebut mulai mengalami batuk akibat kondisi udara tersebut.

Dampak erupsi GAK juga dirasakan warga Kabupaten Tanggamus. Hujan abu dilaporkan terjadi di Kecamatan Pematang Sawa sejak sekitar pukul 06.00 WIB. Abu dilaporkan cukup tebal dan terjadi bersamaan dengan gempa kecil yang dirasakan berulang. Kondisi tersebut terpantau di sejumlah wilayah kerja UPTD Puskesmas Martanda.

Hujan abu juga dilaporkan terjadi di Pulung Bayang dan Cukupala yang berada di kawasan Pulau Tabuan.

Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Tanggamus, Hendarman Wahid meminta masyarakat tidak panik dan tidak mempercayai informasi yang bukan berasal dari sumber resmi.

"Masyarakat kami imbau tetap waspada dan mempercayai informasi yang berasal dari sumber resmi, seperti BPBD Kabupaten Tanggamus, BMKG dan Pemerintah Daerah Kabupaten Tanggamus," kata Hendarman.

Ia menuturkan Dinas Kesehatan Tanggamus juga mengerahkan tenaga kesehatan ke sejumlah lokasi terdampak. Bidan desa dan perawat diturunkan untuk membuka pelayanan kesehatan sekaligus membagikan masker dan obat-obatan.

Sedikitnya 1.650 masker telah dibagikan di sejumlah titik. Rinciannya, 250 masker di Pekon Tirom Jaya, 200 masker di Way Asahan, 250 masker di Karang Brak, 450 masker di Pekon Martanda, 300 masker di Kaur Gading, 200 masker di Tampang Tua, dan 250 masker di Tampang Muda.

Petugas kesehatan juga menyiapkan sejumlah obat dan vitamin untuk warga yang mengalami keluhan akibat paparan abu.



(dai/dai)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads