Video memperlihatkan sejumlah anggota TNI diserang warga suku anak dalam (SAD) di Kabupaten Sarolangun, Jambi, viral di media sosial. Penyerangan itu terjadi setelah petugas memergoki SAD mencuri sawit.
Keributan terjadi di area kebun sawit PT Sari Aditya Loka (SAL) Desa Bukit Suban, Kecamatan Air Hitam, Sarolangun, pada Jumat (28/8/2028).
Dalam video yang beredar, terlihat sekelompok warga SAD menyerang anggota TNI. Ketegangan terjadi usai kelompok SAD tersebut diduga melakukan pencurian buah sawit di lokasi perusahaan tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Anggota TNI yang diperbantukan berupaya menegur warga SAD usai mendapat laporan petugas keamanan perusahaan. Namun, ketegangan itu berujung lima anggota TNI tersebut diserang warga SAD.
Dalam video beredar, anggota TNI tersebut mendapatkan serangan berupa pukulan, tendangan, hingga ancaman senjata tajam, meski aparat tidak melakukan perlawanan. Salah satu anggota berupaya menghindar dan meminta warga untuk menahan diri.
Akibat desakan massa, seorang anggota TNI menghindar dan terjatuh ke dalam semak-semak, hingga menjadi sasaran pengeroyokan massa, sebelum akhirnya diselamatkan oleh rekan-rekannya.
Kabid Humas Polda Jambi Kombes Erlan Munaji mengatakan pascakejadian seluruh stakeholder telah berupaya melakukan mediasi.
"Info dari Kapolres sudah dilakukan mediasi di seluruh stakeholdernya," kata Erlan, Minggu (30/8/2026).
Erlan menerangkan saat kejadian terjadi sekitar pukul 11.30 WIB. Berawal dari anggota Yonif 896/Serempun Pseko menegur warga SAD yang membawa tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di kawasan inti perusahaan.
"Peristiwa terjadi berawal pada saat ada sekelompok warga SAD yang membawa TBS dari Inti satu PT SAL, kemudian dikejar oleh personel Yonif 896, warga SAD tersebut ditegur dan untuk TBS yang di awa agar ditinggalkan, kemudian warga SAD tidak mau dan terjadi cekcok sehingga terjadi keributan," jelasnya.
Sementara itu, Danrem 042/Gapu Brigjen TNI Nyamin dan Dandim 0420/Sarko Letkol Yakhya Wisnu Arianto membenarkan adanya kejadian itu. Saat ini, kata dia, situasi sudah kondusif an sudah dilakukan mediasi.
"Betul mas (anggota TNI diserang). Situasi sudah kondusif dan sudah dimediasi sambil menunggu proses hukum," ujarnya, Minggu.
