Polres Ogan Komering Ilir menggelar Salat Istisqa, Rabu (26/8/2026). Kegiatan tersebut menjadi ikhtiar bersama memohon agar hujan segera turun dan mengatasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah tersebut.
Berdasarkan data Sipongi per Juli 2026, luasan karhutla di wilayah itu mencapai 230,3 hektare. Hingga kini, kejadian karhutla di beberapa titik masih dilakukan penanganan pemadaman. Terlebih, jumlah hotspot di OKI mencatat angka tertinggi di Sumsel.
Kapolres OKI AKBP Eko Rubiyanto mengatakan Salat Istisqa merupakan salah satu ikhtiar dan doa bersama yang dilakukan di tengah kondisi cuaca kemarau panjang. Apalagi, secara geografis bentang lahan gambut di wilayah itu sangat rentan terbakar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kondisi tanah gambut yang mengering saat musim kemarau tidak hanya menyulitkan proses pemadaman darat, tetapi juga meningkatkan potensi kepulan asap pekat yang mengancam kesehatan serta aktivitas masyarakat secara luas.
"Kita berikhtiar dan berdoa agar Allah SWT segera menurunkan hujan yang membawa manfaat dan keberkahan bagi masyarakat," katanya.
Eko menambahkan, doa dan ikhtiar tersebut juga diiringi dengan langkah nyata dalam menjaga lingkungan, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi karhutla.
"Kita berharap hujan segera turun. Namun, upaya pencegahan dan kesiapsiagaan menghadapi karhutla tetap harus dilakukan," ujarnya.
Selain melakukan Salat Istisqa, kegiatan itu juga memperingati Maulid Nabi yang juga mengingatkan personel Polri untuk meneladani Rasulullah SAW, dalam memberikan pelayanan.
"Keteladanan Rasulullah SAW harus menjadi pengingat bagi kita dalam menjalankan tugas dengan amanah, penuh tanggung jawab dan mengedepankan sikap humanis kepada masyarakat," ungkapnya.
