Beras Kemasan 5 Kg Langka, Warga Palembang Terpaksa Beli Eceran

Sumatera Selatan

Beras Kemasan 5 Kg Langka, Warga Palembang Terpaksa Beli Eceran

A Reiza Pahlevi - detikSumbagsel
Senin, 17 Agu 2026 10:00 WIB
Ilustrasi beras
Foto: Ilustrasi beras (Dok. Kementan)
Palembang -

Beras premium kemasan 5 kilogram (kg) mengalami kelangkaan di sejumlah titik distribusi di Palembang, Sumatera Selatan. Kondisi tersebut membuat warga yang hendak membeli beras ukuran 5 kg terpaksa beralih ke kemasan 10 kg atau membeli beras secara eceran.

Kelangkaan beras kemasan 5 kg dikeluhkan sejumlah warga. Mereka mengaku harus berkeliling dari satu toko ke toko lainnya untuk mencari beras dengan ukuran yang sesuai kebutuhan.

Salah satunya Candra, warga Kalidoni, Palembang. Dia mengaku telah mendatangi sejumlah toko untuk mencari kemasan 5 kg. Namun, pemilik toko menyebut kehabisan stok.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sudah keliling ke beberapa toko, tapi kosong. Mau tidak mau beli yang ukuran 10 kg. Pas di toko kebetulan ada juga yang sedang mencari beras, karena tidak ada kemasan 5 kg akhirnya beli eceran," ujar Candra, Minggu (16/8/2026).

Menurutnya, kondisi itu menyulitkan warga yang hanya membutuhkan beras dalam jumlah sedikit. Warga akhirnya harus mengeluarkan uang lebih banyak untuk membeli kemasan 10 kg atau menyesuaikan kebutuhan dengan membeli beras eceran yang jika dihitung lebih mahal Rp 1.000 per kg.

ADVERTISEMENT

Kelangkaan beras kemasan 5 kg juga dirasakan pemilik toko. Salah seorang pemilik toko, Renny mengatakan pasokan beras ukuran tersebut sudah tidak lagi diterimanya dari pihak distributor atau pengantar.

"Kalau untuk yang kemasan 5 kg memang sudah tidak dapat kuota lagi. Yang diantar sekarang lebih banyak ukuran 10 kg," katanya.

Dia mengatakan sejumlah pelanggan telah menanyakan dan mengeluhkan sulitnya mendapatkan beras kemasan 5 kg. Namun, karena beras menjadi kebutuhan pokok, warga tetap membeli ukuran yang tersedia.

"Banyak yang mengeluh karena biasanya ambil yang 5 kg. Tapi mau tidak mau tetap dibeli karena untuk makan. Kalau yang ada 10 kg, ya mereka beli itu," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Sumatera Selatan Ruzuan Efendi mengatakan kosongnya pasokan beras premium kemasan 5 kg diduga berkaitan dengan strategi penjualan dari produsen.

"Sepertinya murni karena strategi penjualan. Kalau mereka (produsen) memaksakan kemasan 5 kg mungkin akan beda harganya (modal). Ilustrasinya, kalau kantong 5 kg pembaginya akan lebih besar dibandingkan pembagi kantong ukuran 10 atau 20 kg," ujar Ruzuan.

Menurut Ruzuan, perbedaan ukuran kemasan dapat memengaruhi biaya produksi dan distribusi. Karena itu, produsen dinilai memiliki pertimbangan tersendiri dalam menentukan ukuran kemasan yang dipasarkan.

"Ini masih dugaan, karena produsen juga tidak menginformasikan ke kita. Tapi, ini bukan pemerintah ya yang nyetop (menghentikan). Karena dalam izin edar, tidak ada penutupan kemasan 5 kg," terangnya.

Meski demikian, Ruzuan menegaskan hal yang paling penting saat ini adalah memastikan ketersediaan stok beras di pasaran tetap aman. Selain stok, pemerintah juga memantau agar harga beras tidak mengalami kenaikan.

"Yang terpenting sekarang stok beras tetap aman dan harganya tidak naik," tukasnya.



(dai/dai)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads