Teror Pocong di Palembang Ternyata Rekayasa AI, Pelaku Diamankan

Sumatera Selatan

Teror Pocong di Palembang Ternyata Rekayasa AI, Pelaku Diamankan

Irawan - detikSumbagsel
Senin, 01 Jun 2026 08:30 WIB
Pelaku penyebaran foto hoaks teror pocong di Palembang
Foto: Pelaku penyebaran foto hoaks teror pocong di Palembang (Dok. Istimewa)
Palembang -

Misteri foto pocong yang sempat menghebohkan warga di wilayah Kecamatan Gandus, Kota Palembang, akhirnya terungkap. Setelah ramai beredar di media sosial dan memicu keresahan masyarakat, foto yang disebut-sebut memperlihatkan sosok pocong gentayangan itu dipastikan bukan kejadian nyata.

Fakta tersebut terungkap setelah jajaran Polsek Gandus Polrestabes Palembang mengamankan pembuat konten yang menyebarkan foto viral tersebut. Dari hasil pemeriksaan, diketahui bahwa gambar yang beredar luas di berbagai platform media sosial merupakan hasil rekayasa menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI).

Kapolsek Gandus AKP I Made Budi Harta mengatakan pihaknya langsung bergerak menindaklanjuti informasi yang berkembang di tengah masyarakat karena foto tersebut telah menimbulkan berbagai spekulasi dan keresahan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami telah mengamankan pembuat konten yang viral tersebut. Setelah dilakukan pemeriksaan dan klarifikasi, yang bersangkutan mengakui bahwa foto pocong yang beredar di media sosial merupakan hasil editan menggunakan teknologi AI," katanya kepada wartawan, Minggu (31/5/2026).

Made mengungkapkan pelaku diketahui bernama Febrianto alias Ebi (24), seorang wiraswasta asal Palembang. Ia diamankan untuk dimintai klarifikasi terkait unggahan yang telah viral dan menjadi perbincangan masyarakat.

ADVERTISEMENT

Menurut Made, banyak warga yang sempat mempercayai foto tersebut sebagai kejadian nyata. Bahkan, foto itu telah berulang kali dibagikan ke berbagai grup media sosial sehingga membuat informasi yang belum terverifikasi tersebut semakin meluas.

"Karena banyak yang mengira itu benar-benar terjadi, foto tersebut kemudian dibagikan kembali oleh masyarakat ke berbagai grup media sosial. Akibatnya muncul berbagai spekulasi yang membuat warga menjadi resah," ungkapnya.

Made menjelaskan, saat ini pelaku belum ditetapkan tersangka masih menjalani pemeriksaan di Polsek Gandus.

"Ya belum kami tetapkan sebagai tersangka, kita akan dalami dulu untuk memastikan motifnya apakah benar hanya iseng atau ada motif lain,"ujarnya.

Ia mengimbau masyarakat agar lebih bijak dalam menerima maupun menyebarkan informasi yang beredar di media sosial, terutama konten visual yang saat ini semakin mudah dimanipulasi dengan teknologi AI.

"Kami mengingatkan masyarakat untuk tidak langsung percaya terhadap informasi yang belum jelas kebenarannya. Lakukan pengecekan terlebih dahulu sebelum membagikannya agar tidak menimbulkan keresahan atau kesalahpahaman di tengah masyarakat," tegasnya.

Sementara itu, Camat Gandus Palembang Jufriansyah mengaku sejak awal kemunculan foto viral tersebut pihak kecamatan telah mengimbau masyarakat agar tidak panik dan tetap waspada. Menurutnya, fenomena penyebaran konten hasil rekayasa AI bukan lagi hal baru karena telah banyak terjadi di berbagai daerah.

"Dari awal foto itu muncul, saya sudah menyampaikan kepada masyarakat untuk jangan panik, tetap waspada. Karena di daerah lain juga sudah banyak kejadian yang berkaitan dengan penggunaan AI," katanya.

Setelah pembuat konten berhasil diamankan dan fakta sebenarnya terungkap, Jufriansyah kembali mengingatkan masyarakat untuk lebih cermat dalam menyikapi informasi yang beredar di dunia digital.

Ia juga mengajak para kreator konten untuk memanfaatkan teknologi secara positif dan menghasilkan karya yang memberikan manfaat bagi masyarakat luas.

"Setelah pelakunya diamankan, saya mengimbau kepada masyarakat dan para kreator konten, silakan berkreasi, tetapi karya yang dibuat harus bermanfaat. Jangan sampai membuat gaduh atau menimbulkan keresahan di tengah masyarakat," tutupnya.



(dai/dai)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads