Teror Pocong di Bandar Lampung, Warga Minta Pelaku Ditangkap

Lampung

Teror Pocong di Bandar Lampung, Warga Minta Pelaku Ditangkap

Tommy Saputra - detikSumbagsel
Jumat, 29 Mei 2026 17:00 WIB
Teror pocong di Bandar Lampung
Foto: Teror pocong di Bandar Lampung (Dok. Istimewa)
Bandar Lampung -

Viral teror pocong terjadi di Kota Bandar Lampung. Warga minta polisi cari pelakunya.

Dalam foto beredar terlihat sosok pria mengenakan lilitan kain putih bak pocong. Foto tersebut disertai narasi memperingatkan warga untuk berhati-hati.

"Asalamualaikum, tanya dulur apa kah betul ini ada pocong-pocong yang berkeliaran dah sampe wilayah Way Dadi. Dah itu modus matiin listrik, kalo listrik mati jangan keluar," tulis pesan beredar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Rupanya, foto tersebut diambil di salah satu rumah kos di wilayah Perumahan Gelora Persada, Rajabasa Raya, Bandar Lampung, Provinsi Lampung.

Warga setempat bernama Imanuel berharap pihak kepolisian bisa menangkap pelaku teror tersebut.

ADVERTISEMENT

Meski begitu, warga mengaku tidak tahu tujuan teror tersebut apakah hanya iseng atau modus tindak kejahatan.

"Tadinya kami pikir itu di Jawa, karena memang kemarin heboh di Jawa soal modus kejahatan. Rupanya foto yang beredar di grup WhatsApp itu di tempat kami," tuturnya, Jumat (29/5/2026).

"Sudah dilaporkan ke RT, kemudian polisi juga sudah datang. Kami berharap pelaku teror pocong itu bisa ditangkap," tutupnya.

Kapolsek Labuhan Ratu, AKP Ono Karyono mengatakan pihaknya sudah mendatangi lokasi kejadian untuk mengetahui kronologi peristiwa tersebut.

"Tadi kami sudah mendatangi TKP, jadi ada 3 pemuda di mana 2 orang menunggu di belakang dan satu yang berpakaian layaknya pocong," katanya.

Ono menyebutkan dari hasil penyelidikan dilokasi kejadian, tindakan kelompok pemuda tersebut adalah iseng.

"Lokasi adalah rumah kos, jadi mereka (pelaku) ini sambil tertawa. Tidak ada yang membawa senjata tajam, jadi kami menduga ini adalah perbuatan iseng," terangnya.

Meski begitu, Ono menegaskan akan mencari keberadaan para pelaku.

"Pasti, tim masih bekerja untuk mengidentifikasi para pelaku ini. Masih dalam pencarian," tandasnya.



(dai/dai)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads