Pelaku yang Begal Emak-emak Penjual Pisang di OKI Ditembak Polisi, 2 Diburu

Sumatera Selatan

Pelaku yang Begal Emak-emak Penjual Pisang di OKI Ditembak Polisi, 2 Diburu

Welly Jasrial Tanjung - detikSumbagsel
Sabtu, 23 Mei 2026 10:00 WIB
Polisi menangkap satu pelaku begal emak-emak penjual pisang di OKI
Polisi menangkap satu pelaku begal emak-emak penjual pisang di OKI (Foto: Istimewa/Polres OKI)
OKI -

Satu dari tiga pelaku yang membegal emak-emak penjual pisang di Kabupaten OKI, Sumatera Selatan, berhasil ditangkap polisi. Petugas terpaksa memberikan tindakan tegas ke pelaku karena melawan saat hendak diamankan.

Saat ini, polisi masih memburu dua pelaku lagi yang membegal korban Suparmi (58).

Aksi begal itu terjadi saat korban hendak menjual pisang ke pasar di Jalan Poros Desa Sukasari (S2), Kecamatan Mesuji Raya, OKI, Senin (18/5/2026) sekitar pukul 05.30 WIB.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Wakapolres OKI Kompol Hamsal mengatakan satu pelaku yang berhasil ditangkap berinsial MM (19). Sedangkan dua pelaku lainnya berisinial A dan M masih dalam pengejaran.

"Pelaku MM berhasil diamankan, sementara dua pelaku lainnya masih dalam pengejaran," ujarnya, Jumat (22/5/2026).

ADVERTISEMENT

Hamsal menjelaskan aksi pembegalan bermula saat ketiga pelaku melintas menggunakan sepeda motor dan melihat korban membawa keranjang berisi pisang seorang diri.

"Pelaku kemudian mengejar korban menggunakan sepeda motor berboncengan tiga," katanya.

Setelah berhasil mendekati korban, salah satu pelaku menendang sepeda motor korban hingga terjatuh. Para pelaku lalu membawa kabur motor dan tas milik korban.

"Dari hasil pemeriksaan, pelaku mengaku nekat melakukan aksi begal tersebut karena kecanduan judi online dan kebutuhan ekonomi," ungkapnya.

Dari tangan pelaku, polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa sebilah pisau sepanjang 20 sentimeter, tiga unit sepeda motor, pakaian pelaku serta batangnya lainnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres OKI Iptu M Raka Dwi Darma mengungkapkan bahwa kompolotan ini diduga sudah tujuh kali beraksi di wilayah Mesuji Raya, Lempuing dan Lempuing Jaya.

"Hasil pendalaman, kompolotan ini sudah beberapa kali melakukan aksi pencurian dan kekerasan di sejumlah lokasi," katanya.

Kata Raka, saat hendak ditangkap pelaku MM sempat melakukan perlawanan menggunakan pisau sehingga polisi terpaksa melakukan tindakan tegas dan terukur.

"Pelaku terpaksa kita berikan tindakan tegas dan terukur (ditembak) karena melawan saat ditangkap," ujarnya.



(csb/csb)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads