Warga Riau Tewas Dibunuh Pemuda Saat Pergoki Mencuri di Rumahnya

Regional

Warga Riau Tewas Dibunuh Pemuda Saat Pergoki Mencuri di Rumahnya

Raja Adil Siregar - detikSumbagsel
Senin, 13 Apr 2026 11:21 WIB
Ilustrasi pembunuhan
Foto: Ilustrasi pembunuhan (Getty Images/ilbusca)
Bengkalis -

Pemuda berinisial MRP (17) diringkus polisi setelah membunuh WP alias A (53) di Bantan, Bengkalis, Riau. Setelah ditangkap dan diperiksa polisi, pelaku ternyata adalah pelaku pencurian yang dalam pengaruh narkoba saat beraksi.

Dilansir detikSumut, peristiwa tragis tersebut terjadi pada Kamis (9/4) pukul 11.00 WIB. Lokasinya berada di rumah korban Jalan Kartini, Desa Berancah, Bantan.

"Korban berinisial WP alias A (53), seorang pedagang ini awalnya ditemukan dalam kondisi meninggal. Tubuhnya tergeletak di dapur rumah dengan luka berlumur darah," terang Kapolres Bengkalis AKBP Fahrian S Siregar, Senin (13/4/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saat itu, warga yang sedang mencari rumput untuk pakan ternak di sekitar rumah korban melaporkan pertama kali. Saat itu, pintu belakang rumah korban dalam keadaan terbuka dan mendapati korban sudah tidak bergerak di dekat pintu dapur.

Melihat korban tergeletak berlumur darah, pencari rumput langsung berteriak minta pertolongan. Warga yang datang sempat tidak berani mendekat karena kondisinya mengenaskan.

ADVERTISEMENT

"Warga yang berdatangan sempat tidak berani mendekat karena kondisi korban berlumur darah. Akhirnya petugas tiba di lokasi dan langsung melakukan olah TKP," kata Fahrian.

Berdasarkan hasil olah TKP, ditemukan sejumlah luka akibat benda tajam di tubuh korban. Tim mengindikasi ada perlawanan sebelum korban akhirnya meninggal dunia akibat pembunuhan sadis tersebut.

Polisi kemudian bergerak cepat melakukan penyelidikan hingga berhasil mengantongi identitas pelaku. Tak butuh waktu lama, Sabtu, 11 April pukul 00.30 WIB, petugas berhasil meringkus tersangka berinisial MRP.

"Pelaku MRP diamankan di Jalan Antara, Kecamatan Bengkalis, tepatnya di depan sebuah kafe. Dari hasil interogasi awal, pelaku mengakui seluruh perbuatannya," kata Fahrian.

Setelah diusut, pelaku awalnya datang dengan niat melakukan pencurian. Hanya saja aksinya diketahui oleh korban hingga pelaku panik dan terjadi perkelahian antara keduanya.

Dalam kondisi panik, pelaku yang membawa senjata tajam jenis parang kemudian melakukan serangan brutal terhadap korban. Korban yang tak kuat diserang pelaku akhirnya meninggal di lokasi.

"Berdasarkan hasil tes urine yang dilakukan petugas, tersangka dinyatakan positif mengonsumsi narkoba. Ini diduga turut memengaruhi kondisi emosi dan tindakan brutal pelaku saat kejadian," kata Fahrian.

Polisi juga berhasil mengamankan sejumlah barang bukti penting, di antaranya sebilah parang bergagang merah sepanjang 44 cm. Lalu ada pula satu helai hoodie berwarna hitam, celana jeans abu-abu dan satu set pakaian olahraga.



(dai/dai)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads