Aksi konvoi sejumlah remaja sambil membawa senjata tajam (sajam) di jalanan Kota Prabumulih, Sumatera Selatan, berujung penangkapan. Polisi mengamankan tujuh remaja yang diduga terlibat setelah video aksi mereka viral di media sosial dan meresahkan warga.
Kapolsek Prabumulih Barat Iptu Tomas Siswo Purnomo mengatakan aksi remaja ini dilakukan di Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Prabumulih, Kecamatan Prabumulih Barat, Kota Prabumulih, Minggu (18/1/) sekitar pukul 01.00 WIB.
"Para pelaku melakukan konvoi sepeda motor sambil mengayun-ayunkan senjata tajam di jalan umum sehingga menimbulkan keresahan masyarakat," katanya kepada wartawan, Senin (23/2/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tomas mengungkapkan aksi para remaja itu sempat terekam video dan beredar luas di media sosial. Polisi kemudian melakukan penyelidikan setelah video tersebut viral.
Kemudian Minggu (22/2/2026) sekitar pukul 10.00 WIB, petugas bergerak melakukan penyelidikan. Sekitar pukul 13.30 WIB, polisi mendapat informasi keberadaan beberapa pelaku.
"Kami lebih dulu mengamankan ARF (16) dan ZA (16) di sebuah tempat cucian mobil di Kelurahan Sukaraja, Kecamatan Prabumulih Selatan. Keduanya mengakui ikut dalam aksi konvoi membawa senjata tajam tersebut," ungkapnya.
Dari hasil pemeriksaan, polisi kemudian menemukan lokasi penyimpanan senjata tajam di rumah salah satu pelaku. Petugas berhasil mengamankan barang bukti berupa dua bilah sabit panjang atau celurit masing-masing sepanjang sekitar 1,2 meter dan 1,5 meter, serta satu bilah parang sepanjang sekitar 40 sentimeter.
"Usai melakukan pengembangan dan berhasil mengamankan pelaku lainnya yakni RO (15), AR (14), NO (14), dan AI (19). Seluruh pelaku diketahui masih berstatus pelajar,"jelasnya.
Saat ini pelaku berikut barang bukti telah diamankan di Mapolsek Prabumulih Barat untuk proses penyidikan lebih lanjut.
Tomas menegaskan pihaknya tidak akan mentolerir aksi yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat, terlebih melibatkan senjata tajam di ruang publik.
"Kami menindak tegas setiap pelanggaran hukum karena tindakan ini sangat membahayakan diri sendiri maupun orang lain," tegasnya.
Ia juga mengimbau para orang tua agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, khususnya saat berada di luar rumah pada malam hari.
"Peran keluarga sangat penting agar para remaja tidak terjerumus dalam perbuatan melanggar hukum yang bisa merusak masa depan mereka," ujarnya.
