Dituduh Curi Sawit, Pria di Ogan Ilir Dihajar Bos Kebun di Depan Polisi

Sumatera Selatan

Dituduh Curi Sawit, Pria di Ogan Ilir Dihajar Bos Kebun di Depan Polisi

Irawan - detikSumbagsel
Minggu, 22 Feb 2026 08:30 WIB
Haryadi (39), warga Rantau Alai Ogan Ilir lapor polisi usai dianiaya bos kebun sawitnya
Foto: Haryadi (39), warga Rantau Alai Ogan Ilir lapor polisi usai dianiaya bos kebun sawitnya (Dok. Istimewa)
Ogan Ilir -

Haryadi (39), warga Rantau Alai mengaku dianiaya oleh bos perkebunan di Ogan Ilir setelah dituduh mencuri sawit. Korban kini sudah melaporkan kejadian itu di Polres Ogan Ilir.

Diketahui peristiwa itu terjadi pada Kamis (19/2/2026) sekitar pukul 11.30 WIB. Haryadi mengatakan, saat itu dirinya tengah memanen sawit atas permintaan seorang perempuan pemilik kebun.

Namun usai panen, ia didatangi seorang pria yang mengaku sebagai suami pemilik kebun dan langsung memukulnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya kagek tiba-tiba langsung dipukul di bagian leher sebelah kanan. Padahal saya memang disuruh mengurus kebun sawit sejak satu bulan lalu," katanya kepada wartawan usai membuat laporan di Polres Ogan Ilir, Sabtu (21/2/2026).

Menurut Haryadi, aksi pemukulan itu disaksikan beberapa orang, termasuk seorang anggota dari Polsek Rantau Alai yang disebut berada di lokasi.

ADVERTISEMENT

Tak hanya itu, terduga pelaku juga disebut sempat mengancamnya dengan senjata tajam.

"Sesudah mukul itu, pelaku seperti mau mengeluarkan pisau yang diselipkan di pinggang. Saksinya ada beberapa orang, termasuk anggota polisi," ungkapnya.

Merasa terancam, Haryadi melaporkan dugaan penganiayaan dan pengancaman tersebut ke Polres Ogan Ilir. Ia mengaku tidak terima atas tuduhan pencurian yang dialamatkan kepadanya.

"Laporan saya sudah diterima dan pelaku harus bertanggung jawab, harus dihukum seadil-adilnya," jelasnya.

Sementara itu, Kasi Humas Polres Ogan Ilir Herman Ansori, membenarkan adanya laporan tersebut. Dia mengatakan laporan sedang diproses Reskrim Polres Ogan Ilir.

"Benar laporan penganiayaan sudah diterima dan saat ini ditangani Unit Pidum Satreskrim. Masih dalam penyelidikan, nanti terlapor akan dipanggil," ujarnya.




(dai/dai)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads