Cerita Si Pahit Lidah familiar di kalangan masyarakat Sumatera Selatan (Selatan) dari dulu hingga masa kini. Di balik kisah yang melegenda itu terdapat nilai-nilai moral yang bisa dipelajari.
Dikutip Jurnal Analisis Strukturisme dan Nilai Pendidikan Dalam Cerita Rakyat Si Pahit Lidah karya Eva Dahlia, tokoh utama cerita rakyat Sumsel ini adalah Serunting, si pangeran sakti.
Secara singkat, Serunting memiliki keahlian mengutuk benda apa pun di depan matanya hanya dengan sekali ucap setelah bertapa cukup lama. Namun, kesaktian tersebut sempat membuatnya menjadi sombong hingga merugikan orang-orang di sekitarnya. Yuk, simak sinopsis dan nilai kehidupan dari kisah ini!
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sinopsis Singkat Kisah Si Pahit Lidah dari Sumsel
Alkisah di daerah Sumidang, Sumatera Selatan, hiduplah seorang pangeran sakti bernama Serunting. Ia memiliki sifat buruk, yaitu mudah iri hati terhadap apa yang dimiliki orang lain, termasuk kepada adik iparnya sendiri, Aria Tebing.
Akibat perselisihan ladang jamur yang menghasilkan emas, Serunting menantang Aria Tebing berduel. Aria Tebing yang tahu kelemahan Serunting yaitu pada ilalang yang bergetar tanpa angin, ia berhasil mengalahkannya. Merasa dikhianati oleh sang istri yang membocorkan rahasianya, Serunting pergi mengembara dan bertapa di Gunung Siguntang bawah pohon bambu selama dua tahun.
Usai bertapa, ia mendapatkan kesaktian dari Hyang Mahameru. Setiap perkataan yang keluar dari mulutnya akan menjadi kenyataan dan kutukan. Ia sempat menjadi angkuh dan mengutuk pohon tebu serta orang-orang di tepian Sungai Jambi menjadi batu, hingga dijuluki "Si Pahit Lidah". Namun, di akhir perjalanannya, ia sadar dan menggunakan kekuatannya untuk membantu sesama, seperti menghijaukan bukit yang gundul dan membantu pasangan tua mendapatkan anak.
5 Nilai Moral Cerita Si Pahit Lidah
Berdasarkan analisis struktur dan nilai pendidikan, berikut adalah 5 nilai moral utama yang bisa diajarkan kepada generasi muda dari cerita rakyat ini:
1. Menjauhi Rasa Iri dan Dengki
Nilai moral paling utama dari karakter awal Serunting adalah bahaya dari rasa iri hati. Rasa iri hanya akan melahirkan dendam dan merusak hubungan kekeluargaan, seperti konflik Serunting dengan Aria Tebing.
Kutipan Cerita: "Ini pasti perbuatan curangmu bukan?!" ucap Serunting kepada Aria Tebing... "Dua hari lagi, kita akan berduel, bersiaplah kamu Aria Tebing."
2. Budaya Saling Tolong-Menolong
Manusia adalah makhluk sosial yang tidak bisa hidup sendiri. Cerita ini mengajarkan budaya gotong-royong dan menolong orang yang sedang kesulitan demi menciptakan hidup yang rukun.
Kutipan Cerita: Serunting membantu pasangan suami istri yang tidak punya anak untuk mencapai keinginannya... Serunting bahagia bisa membantu orang lain.
3. Keberadaan Kekuatan yang Maha Besar (Nilai Religius)
Dalam konteks kepercayaan masyarakat saat cerita ini lahir, terdapat pesan bahwa kekuatan dan keajaiban di dunia ini datangnya dari entitas yang lebih tinggi (penguasa alam/Tuhan), dan manusia harus melewati proses spiritual untuk mendapatkannya.
Kutipan Cerita: Saat sedang bertapa, ia mendengar suara bisikan gaib "Hai Serunting, mendapatkan kekuatan Gaib? Kalau kamu mau, aku akan menurunkan ilmu itu kepadamu".
4. Nilai Historis Asal-Usul Daerah
Cerita rakyat ini menjadi sarana edukasi sejarah yang menegaskan bahwa wilayah Sumsel pada zaman dahulu merupakan kawasan yang terdiri dari kerajaan-kerajaan besar dan makmur.
Kutipan Cerita: "Alkisah, di daerah Sumidang, Sumatera Selatan, terdapat sebuah kerajaan besar. Di kerajaan itu terdapat seorang pangeran yang bernama Serunting."
5. Kerja Keras, Ketekunan, dan Keuletan
Kesaktian atau keberhasilan tidak datang secara instan. Karakter Serunting mengajarkan mengenai tekad yang kuat dan kerja keras melalui proses bertapa yang lama demi mencapai apa yang diinginkan.
Kutipan Cerita: Serunting pun bertapa di bawah pohon bambu. Tak terasa, dua tahun telah berlalu. Serunting masih bertapa, belum beranjak dari tempatnya...
Legenda Si Pahit Lidah mengajarkan tentang kekuatan atau kelebihan yang dimiliki sejatinya dapat membawa petaka bila dibarengi dengan kesombongan. Sebaliknya, hidup akan menjadi lebih bermakna dan diberkahi ketika memilih untuk membantu sesama.
Simak Video "Video: Inter Miami Menang 2-0 Vs NYFC, Messi Cetak 1 Assist"
[Gambas:Video 20detik] (mep/mep)
