Tradisi Blangikhan di Lampung, Simbol Penyucian Diri Sebelum Puasa Ramadan

Tradisi Blangikhan di Lampung, Simbol Penyucian Diri Sebelum Puasa Ramadan

Muhammad Alyuda Tri Utama - detikSumbagsel
Jumat, 13 Feb 2026 23:00 WIB
Muda-mudi malakukan ritual Belangiran di Bandar Lampung, Lampung, Kamis (24/3/2022). Ritual Belangiran atau mandi bersama untuk bersuci dilakukan masyarakat Lampung menjelang memasuki bulan Ramadhan untuk kesucian dan keberkahan dalam melaksanakan ibadah puasa. ANTARA FOTO/Ardiansyah/rwa.
Ilustrasi tradisi Blangikhan Lampung. (Foto: ANTARA FOTO/ARDIANSYAH)
Lampung -

Blangikhan merupakan salah satu tradisi adat Lampung sebagai simbol menyucikan diri di sungai. Ritual ini dilakukan pada saat menyambut bulan puasa atau Ramadan.

Dilansir dari NU Online, blangikhan atau blangiran termasuk ritual yang penting bagi masyarakat Lampung. Tradisi ini telah ditetapkan sebagai salah satu warisan budaya tak benda Indonesia dari Provinsi Lampung, dengan kategori adat istiadat, ritual, dan perayaan pada tahun 2019 oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI.

Tradisi Blangikhan bukan hanya sebatas ritual saja. Namun, memiliki makna dan filosofis tersendiri bagi masyarakat Lampung. Penasaran apa saja makna dibalik tradisi tersebut? Simak rangkuman di bawah ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mengenal Tradisi Blangikhan

Tradisi Blangikhan termasuk ritual adat yang berkaitan erat dengan upaya penyucian diri dan tolak balak. Biasanya, tradisi ini dilakukan sebagai simbol pembersihan diri sebelum menjalankan ibadah puasa.

Blangikhan atau blangiran berasal dari kata langir yang memiliki arti mandi. Namun, mandi pada tradisi ini dimaksudkan berbeda dari mandi pada umumnya.

ADVERTISEMENT

Bermula dari kebiasaan masyarakat Lampung melakukan mandi sebagai bentuk penyucian diri, kemudian berkembang menjadi adat yang diturunkan dari generasi ke generasi.

Makna dan Filosofis dari Tradisi Blangikhan

Tradisi blangikhan memiliki makna dan filosofis yang sangat mendalam bagi masyarakat Lampung. Tak hanya sebagai penyucian diri yang dipercaya sebagai simbol dari membuang sifat buruk hingga kesiapan hati saat menjalankan puasa satu bulan penuh.

Tradisi ini menjadi salah satu warisan dari leluhur untuk memasuki bulan Ramadan dengan hati yang bersih, tenang, dan fokus beribadah. Selain itu, tradisi ini mencerminkan hubungan silaturahmi masyarakat lampung dan nilai persatuan, gotong royong, dan keharmonisan masyarakat Lampung.

Prosesnya menggunakan air dari tujuh mata air atau sungai yang berbeda dapat melambangkan penyatuan dan penghormatan terhadap alam yang selalu dimanfaatkan oleh masyarakat.

Tahapan dan Prosesi Tradisi Blangikhan

Melansir laman resmi Pemerintah Provinsi Lampung, ada beberapa perlengkapan yang wajib digunakan saat tradisi blangikhan ini dilakukan, seperti air langir, bunga tujuh rupa, daun pandan, dan setanggi.

Air langir yang digunakan dalam prosesi ini berasal dari tujuh sungai yang berada di sekitar tempat pelaksanaan Blangiran, air tersebut harus diambil dua hari sebelum prosesi dilaksanakan.

Acara akan diawali dengan prosesi iring-iringan yang melintasi di ruas jalan Kota Bandar Lampung, dengan menggunakan Kereta Kencana. Prosesi ini menjadi bagian dari tradisi yang dihormati dan membawa nuansa sakral sebagai simbol penyucian diri dalam rangka menyambut Ramadhan.

Kegiatan blangikhan dimulai dengan ritual membaca doa, selanjutnya tetua akan memecahkan kendi berisi air dan kembang di dalamnya. Kemudian puluhan muli mekhanai akan disiramkan air langir, tangkai padi, kembang setaman sebagai simbolis, usai prosesi tersebut, satu persatu muli mekhanai akan masuk ke dalam kolam untuk mandi bersama.

Muli mekhanai sendiri adalah pemuda-pemudi Lampung yang menjadi peserta utama dalam ritual mandi bersama di sungai untuk mensucikan diri lahir dan batin, sebagai wujud persiapan menyambut bulan suci Ramadhan.

Demikian informasi mengenai Tradisi Blangikhan Lampung yang penuh makna, semoga bermanfaat!

Artikel ini ditulis oleh Muhammad Alyuda Tri Utama peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di detikcom.



(mep/mep)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads