Kawin Herdek, Tradisi Pernikahan Massal Warisan Budaya Bangka Selatan

Kawin Herdek, Tradisi Pernikahan Massal Warisan Budaya Bangka Selatan

Bagus Nugroho - detikSumbagsel
Selasa, 03 Feb 2026 06:01 WIB
Kawin Herdek, Tradisi Pernikahan Massal Warisan Budaya Bangka Selatan
Foto: Ilustrasi nikah massal (Gilang Faturahman)
Palembang -

Bangka Belitung tidak hanya dikenal dengan keindahan pantainya, tetapi juga memiliki kekayaan budaya yang masih terjaga hingga kini. Salah satu yang paling menarik perhatian adalah tradisi Kawin Herdek, yaitu tradisi pernikahan massal dari Bangka Selatan.

Berdasarkan Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Indonesia, Kawin Herdek secara resmi telah terdaftar sebagai Warisan Budaya Takbenda dari Bangka Selatan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi pada tahun 2021.

Tradisi ini telah ada sejak sebelum Indonesia merdeka dan kini menghadapi tantangan kepunahan karena hanya tersisa satu desa di Bangka Selatan yang masih melestarikannya. Berikut detikSumbagsel sajikan informasi mengenai Kawin Herdek. Yuk, simak!

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mengenal Tradisi Kawin Herdek

Dilansir dari jurnal berjudul Kawin Herdek: Tradisi Pernikahan Massal Masyarakat Bangka Selatan dalam Perspektif Antropologi, Kawin Herdek merupakan Warisan Budaya Takbenda dari Kabupaten Bangka Selatan yang ditetapkan pada tahun 2021. Kawin Herdek sendiri sudah ada jauh dari sebelum Indonesia merdeka, yakni pada tahun 1937 dan mulai populer pada tahun 1943.

Kawin herdek merupakan tradisi pernikahan adat di Pulau Bangka yang berfungsi sebagai hiburan dan pengisi waktu senggang masyarakat setelah musim panen padi atau lada. Kegiatan gotong royong pun menjadi sarana penting dalam interakasi sosial masyarakat, terutama saat musim panen, ketika muda-mudi juga turut membantu, Seringkali pertemuan yang terjadi menjadi awal proses perkenalan yang berlanjut ke jenjang pernikahan. Pelaksanaannya pun berlangsung meriah dengan ritual adat dan arak-arakan sebagai bentuk permohonan keselamatan.

ADVERTISEMENT

Kawin Herdek umumnya dilaksanakan pada bulan September hingga November, dengan jumlah pasangan bervariasi antara lima hingga puluhan pasangan dalam satu desa. Namun, seiring modernisasi, tradisi ini semakin jarang dilakukan dan kini hanya dilestarikan di Desa Serdang di Bangka Selatan.

Makna Kawin Herdek

Pelaksanaan tradisi ini mengandung sejumlah makna dan nilai di dalamnya. Nilai utama dari tradisi Kawin Herdek adalah nilai kebersamaan, nilai kepercayaan dan keyakinan, serta nilai gotong royong.

Secara filosofis dan antropologis Kawin Herdek memiliki makna yang mendalam pada tradisi masyarakat antara lain:

  • Pesta Kawin Herdek memiliki makna yang menggambarkan rasa kebersamaan dalam mengadakan pesta perkawinan yang dilaksanakan dengan semarak.
  • Ritual lilin dimaknai sebagai simbol upaya membatasi niat jahat orang lain yang ingin menggagalkan acara.
  • Taber Kampung bermakna sebagai bentuk perlindungan serta permohonan keamanan dan keselamatan bagi pengantin, masyarakat dan pengunjung.
  • Sesaji atau syarat seperti kue-kue, ketan, ayam bakar, air dan tanah, cahaya api, dan beras kuning melambangkan keberkahan rasa syukur atas hasil panen.
  • Ketan dan ayam bakar bermakna sebagai simbol kelanggengan pernikahan.
  • Air dan tanah dimaknai sebagai sumber penghidupan dan sumber kesejahteraan dalam rumah tangga.
  • Cahaya api bermakna sebagai penerang yang memberikan semangat dan harapan dalam mencapai tujuan berumah tangga.
  • Beras kuning memiliki makna sebagai saksi yang melambangkan harapan pengantin untuk menjadi keluarga yang berbahagia.
  • Air kelapa muda dan setangkai bunga melambangkan harapan pengantin untuk bisa hidup rukun dan damai.
  • Arak-arakan keliling kampung bermakna sebagai ungkapan kebahagiaan dan kemeriahan yang diketahui banyak orang.
  • Baju Paksian bermakna sebagai simbol penghormatan sekaligus pelestarian adat Bangka Belitung, sedangkan Payung Lilin melambangkan harapan akan adanya pelindung dan penerang dalam kehidupan rumah tangga.
  • Telok Herujo bermakna sebagai simbol keberhasilan melepas masa lajang yang dirayakan melalui arak-arakan keliling kampung.

Kawin Herdek sebagai Warisan Budaya Takbenda Kabupaten Bangka Selatan

Kawin Herdek telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Kabupaten Bangka Selatan Provinsi Bangka Belitung, berdasarkan SK Nomor 372/M/2021 Tahun 2021 dengan domain Adat Istiadat Masyarakat, Ritus, dan Perayaan-Perayaan.

Berikut beberapa alasan mengapa tradisi Kawin Herdek layak ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda, antara lain:

1. Tradisi Unik yang Berakar pada Kehidupan Lokal

Kawin Herdek merupakan tradisi lokal pernikahan adat khas masyarakat Desa Serdang Bangka Selatan. Prosesi ini melibatkan rangkaian ritual yang sarat makna, seperti simbolisasi kebersamaan, persatuan, kekeluargaan, dan penghormatan terhadap leluhur.

2. Memiliki Nilai Filosofis dan Ritual

Tradisi ini tidak hanya berfungsi sebagai upacara pernikahan, tetapi juga mempererat hubungan antar keluarga dan komunitas. Nilai gotong royong, kebersamaan, dan saling menghormati tercermin kuat dalam tradisi Kawin Herdek.

3. Peninggalan Sejarah dan Identitas Budaya

Kawin Herdek diwariskan secara turun-temurun dan mencerminkan perjalanan sejarah dari masyarakat Bangka Selatan. Tradisi ini menjadi salah satu penanda identitas budaya yang membedakan Bangka Selatan dari daerah lain.

4. Menghadapi Ancaman Kepunahan

Di tengah perkembangan zaman, tradisi lokal seperti Kawin Herdek mulai ditinggalkan oleh sebagian generasi muda. Dengan ditetapkannya sebagai Warisan Budaya Takbenda menjadi salah satu langkah perlindungan untuk menjaga tradisi ini tetap lestari.

5. Memenuhi Kriteria Warisan Budaya Takbenda

Tradisi ini telah memenuhi sejumlah penilaian yang diperlukan dalam WBTb, seperti bersifat intangible (tidak berwujud), diwariskan lintas generasi, memiliki nilai budaya tinggi, serta diakui sebagai bagian dari identitas komunitas lokal.

Pengakuan ini memberikan peluang besar dalam mempromosikan dan melestarikan tradisi lokal sekaligus memperkenalkan budaya Bangka Selatan ke tingkat nasional.

Demikian informasi, mengenai tradisi Kawin Herdek yang kini tersisa di satu daerah saja di Bangka Selatan. Semoga bermanfaat ya.

Artikel ini ditulis oleh Bagus Rahmat Nugroho, peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker




(dai/dai)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads